EmitenNews.com - Pertamina Geothermal Energy alias PGE (PGEO) permanenkan harga initial public offering (IPO) Rp875 per lembar. Penetapan harga itu, berada di masa penawaran awal Rp820-945 per. Menjajakan 10,35 miliar saham, anak usaha Pertamina itu, bakal meraup dana Rp9,05 triliun.


Pengeluaran saham baru setara 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor dibalut nilai nominal Rp500. Sekitar 1,50 persen setelah IPO atau maksimal 630,39 juta lembar untuk Program Opsi Pembelian Saham Kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan alias Management and Employee Stock Option Program (MESOP).


Menyusul koleksi dana IPO Rp9 triliun itu, perseroan mengalokasikan 85 persen untuk pengembangan kapasitas pembangkit listrik mencapai 600 MW. ”Berdasar hasil roadshow di Singapura, Hong Kong, London, New York, dan Jakarta respons pasar sangat positif,” tegas Nelwin Aldiansyah, Director of Finance PGE. 


PGEO juga menyiapkan investasi USD1,6 miliar setara Rp24 triliun dengan asumsi kurs Rp15.000 per dolar dolar amerika serikat (USD), untuk mendongkrak kapasitas terpasang energi panas bumi dua kali lipat dalam lima tahun ke depan atau hingga 2027.


Nelwin Aldriansyah menargetkan peningkatan basis kapasitas terpasangnya yang dioperasikan sendiri, dari 672 MW saat ini menjadi 1.272MW pada tahun 2027. Tahun ini, PGE telah menyiapkan investasi baru USD250 juta setara Rp3,78 triliun, melejit signifikan dari belanja modal tahun lalu USD60 juta.


Penjamin pelaksana emisi efek CLSA Sekuritas Indonesia, Credit Suisse Sekuritas Indonesia, dan Mandiri Sekuritas. Penjamin emisi efek Bahana Sekuritas, HSBC Sekuritas Indonesia, Danasakti Sekuritas Indonesia, dan Samuel Sekuritas Indonesia.


Jadwal IPO PGE sebagai berikut. Masa penawaran awal 1-9 Februari 2023, Tanggal efektif pada 16 Februari 2023, Masa penawaran umum perdana saham pada 20-22 Februari 2023, Penjatahan pada 22 Februari 2023. Distribusi saham secara elektronik pada 23 Februari 2023, pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia pada 24 Februari 2023. (*)