IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

ABX

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sawit Sumbermas Sarana

Respons Isu Merger dengan XL Axiata (EXCL), Ini Penjelasan Smartfren Telecom (FREN)

07/09/2023, 11:15 WIB

Respons Isu Merger dengan XL Axiata (EXCL), Ini Penjelasan Smartfren Telecom (FREN)

EmitenNews.com - Smartfren Telecom (FREN) buka suara soal merger dengan XL Axiata (EXCL). Smartfren terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan pelaku industri lain. Rencana konsolidasi tentunya bertujuan untuk efisiensi operasional.


”Kami dalam posisi tidak menutup pintu komunikasi mengenai rencana konsolidasi untuk efisiensi operasional. Kami terbuka untuk seluruh pelaku industri,” tulis Antony Susilo, Direktur Smartfren Telecom. 


Rencana konsolidasi itu, tidak hanya untuk efisiensi operasional, namun juga dapat memberi nilai tambah bagi pemegang saham. ”Saat ini, belum ada informasi, dan Smartfren akan mematuhi peraturan yang berlaku,” imbuh Antony.


Sebelumnya, Bloomberg menyebut operator nirkabel terbesar Malaysia, Axiata Group Bhd. dan konglomerat Indonesia PT Sinar Mas Group telah menghidupkan kembali pembicaraan yang mengarah pada penggabungan operasi telekomunikasi di Indonesia.


Pemilik XL Axiata (EXCL), dan Smartfren Telecom (FREN) dilaporkan tengah bekerja sama dengan penasihat masing-masing untuk membantu mempertimbangkan potensi transaksi. (*)



Author: J S