IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Right Issue Bank Neo (BBYB) Tuntas, Koleksi Saham Gozco dan Yellow Brick Menciut

08/01/2022, 10:15 WIB

Right Issue Bank Neo (BBYB) Tuntas, Koleksi Saham Gozco dan Yellow Brick Menciut

EmitenNews.com - Komposisi pemegang saham Bank Neo Commerce (BBYB) mengalami pergeseran. Terutama alokasi pemegang saham publik, Gozco Capital, dan Yellow Brick Enterprise Ltd.


Berdasar data terbaru Bank Neo, masyarakat menggenggam 48,08 persen, bertambah dari sebelumnya 41,27 persen. Sementara Gozco Capital menciut jadi 14,811 persen dari sebelumnya 16,53 persen. 


Selanjutnya, Yellow Brick Enterprise Ltd mengempit saham Bank Neo tersisa 5,17 persen, menukik dari sebelumnya 11,10 persen. Sedang PT Akulaku Silvrr Indonesia tidak berubah tetap 24,98 persen, dan Rockcore Financial Technology Co sebesar 6,12 persen. 


Konfigurasi pemegang saham Bank Neo mengalami perubahan menyusul penuntasan right issue maksimal 1,92 miliar dengan harga pelaksanaan Rp1.300 per saham dengan koleksi dana segar senilai Rp2,50 triliun.


Manajemen Bank Neo mengklaim perubahan komposisi pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 5 persen tidak berdampak material. ”Baik kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” tutur Agnes Fibri Triliana Dewi, Corporate Secretary, di Jakarta, Selasa (4/1). (*)



Author: J S