EmitenNews.com - Tunas Baru Lampung (TBLA) menjajakan right issue maksimal 768.433.869 helai alias 768,43 juta lembar. Namun, hasil pelaksanaan akan lebih kecil tepatnya menjadi 640.774.071 lembar. Itu menyusul dua skenario.


Pertama pelaksanaan HMETD 7:1, merupakan pembulatan ke atas dari 6,951,931:1. Kedua, PT Sungai Budi (SB) absen dan mengalihkan hak sejumlah 91.892.737 lembar kepada Budi Delta Swakarya (BDS). Dengan begitu, ada 122.382.919 lembar akan tersedia untuk dialokasikan sebagai saham tambahan. ”Jumlahnya baru diketahui setelah right issue tuntas,” tulis Sudarmo Tasmin, Wakil Presiden Direktur Tunas Baru Lampung. 


Kalau skenario yang terjadi, maka jumlah lembar saham yang akan diterbitkan sebanyak 321.624.579 lembar. Kalau dikalkulasi dengan harga penutupan pada 27 Januari 2023 di kisaran Rp700 per lembar, total penerimaan dana right issue mencapai Rp223,52 miliar. ”Kami belum menentukan harga pelaksanaan right issue,” elak Sudarmo.


Nah, seandainya Dana Hasil right issue tidak bisa memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan, mau tidak mau dan harus, perseroan akan menggunakan opsi sumber pendanaan lain semisal pendanaan dari perbankan, dan atau lembaga pembiayaan lainnya. 


Pada hajat itu, perseroan tanpa didampingi pembeli siaga. Itu karena sudah menyesuaikan dengan alokasi penggunaan dana right issue sebagai tambahan modal kerja. Modal kerja perseroan saat ini didukung arus kas dari operasional usaha, dan saldo kas. (*)