EmitenNews.com - Emiten industri pengolahan cokelat dan kakao PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO) kembali menyiapkan aksi korporasi penambahan modal melalui skema penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Corporate Secretary COCO Gendra Fachrurozi dalam keterbukaan informasi, Kamis (12/3/2026) mengatakan perseroan berencana melaksanakan PMHMETD III dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.678.365.882 saham baru.

“Perseroan berencana melakukan PMHMETD III dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.678.365.882 lembar saham baru,” ujar Gendra.

Ia menjelaskan saham baru tersebut merupakan saham atas nama dengan nilai nominal Rp100 per saham. Nantinya, saham hasil pelaksanaan rights issue akan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham lama yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas dividen.

Selain penerbitan saham baru, perseroan juga merencanakan penerbitan waran seri perusahaan yang akan menyertai saham hasil pelaksanaan rights issue. Mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah waran yang dapat diterbitkan maksimal 35 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan kepada regulator.

Saham baru tersebut akan dikeluarkan dari portepel perseroan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di pasar modal.

Gendra juga menyatakan perseroan memiliki fleksibilitas untuk menerbitkan sebagian atau seluruh jumlah saham yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalm rencananya, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas aksi korporasi tersebut dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2026. Setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham, perseroan akan menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada OJK.

Pelaksanaan rights issue tersebut dapat dilakukan setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK dan direncanakan berlangsung dalam jangka waktu paling lama 12 bulan sejak persetujuan RUPSLB.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini, setelah dikurangi biaya terkait, rencananya akan digunakan untuk akuisisi dan/atau belanja modal (capex) perseroan serta entitas anak guna mendukung pengembangan usaha.

Sebelumnya, COCO juga telah melaksanakan rights issue pada Oktober 2025 dengan potensi perolehan dana sekitar Rp267 miliar yang dialokasikan untuk belanja modal serta modal kerja perseroan.