EmitenNews.com - Indeks saham utama di Amerika Serikat mayoritas ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu. Penguatan bursa Wall Street ini ditopang oleh kinerja keuangan yang solid dari jajaran perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) serta rilis data Consumer Price Index (CPI) yang relatif terkendali.

Pada penutupan perdagangan, indeks S&P 500 menguat 0,3 persen hingga mendekati rekor resminya. Indeks berbasis teknologi Nasdaq melonjak 0,7 persen, sementara indeks Dow Jones ditutup cenderung datar.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Trading Economics, capaian positif tersebut mengalirkan optimisme baru bagi saham infrastruktur AI di tengah tingginya volatilitas pasar pada awal kuartal ketiga. Saham CoreWeave melesat 19,3 persen setelah membukukan angka penjualan yang melebihi perkiraan. Di saat bersamaan, saham SMCI melonjak 19 persen terdorong oleh proyeksi pendapatan yang melampaui ekspektasi analis.

Sektor pembuat chip turut mencatat tren penguatan yang ditopang oleh laporan kinerja positif dari Tencent. Selain itu, sentimen pasar mendapat dorongan dari langkah Temasek yang mengamankan kepemilikan saham baru pada raksasa teknologi Asia, SK Hynix dan Samsung. Saham produsen chip lainnya juga mencatat kenaikan signifikan, seperti Nvidia yang menguat 3 persen, Oracle naik 5,4 persen, dan Micron terangkat 4,9 persen.

Meski demikian, penguatan tidak dirasakan secara merata. Saham perusahaan penyedia layanan cloud skala besar justru menghapus keuntungan yang diraih pada sesi awal. Microsoft mengalami penurunan 2,3 persen, Meta melemah 3,4 persen, dan Amazon terkoreksi 1,8 persen.

Dari sisi makroekonomi, data inflasi inti yang stabil mengurangi tekanan pada Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk menaikkan suku bunga acuan. Kendati begitu, ketidakpastian mengenai pasokan energi dari kawasan Timur Tengah masih membayangi prospek inflasi global. Bagi pasar keuangan Indonesia, dinamika kebijakan suku bunga AS dan pergerakan bursa global ini menjadi sentimen penting yang memengaruhi arah arus modal serta pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).(*)