RLCO Patok IPO Harga Atas Rp168, Antre Pembeli Kini Nyaris 300 Ribu
Hasil produksi pengolahan sarang burung walet milik emiten RLCO.
EmitenNews.com - PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi menetapkan harga awal penawaran umum perdana saham (IPO) di level Rp168 per saham, yang merupakan batas atas dari rentang bookbuilding Rp150–Rp168 per saham.
Antusiasme investor terlihat per Selasa (2/12/2025) pukul 11.33 WIB, antrean pemesanan IPO RLCO terpantau telah menembus nomor 277.714 SID, mendekati 300 ribu pesanan.
Dengan harga IPO berada di level rata kanan senilai Rp168 per lembar saham, calon emiten eksportir sarang burung walet ini berpotensi meraup dana segar hingga Rp105 miliar.
Jumlah saham yang dilepas ke publik terpantau kering dengan porsi sebaran sekitar hanya 625 juta saham (6.250.000 lot), setara 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Samuel Sekuritas Indonesia (Kode Broker: IF) bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Berdasarkan prospektus, masa penawaran awal berlangsung pada 24–26 November 2025. Masa penawaran umum perdana dijadwalkan pada 2–4 Desember 2025, penjatahan 4 Desember, distribusi saham secara elektronik 5 Desember, dan pencatatan perdanaalis listing IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2025.
RLCO berencana menggunakan dana IPO untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. Sekitar 56,33 persen dana IPO akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk pembelian bahan baku sarang burung walet.
Sedangkan 43,67 persen sisanya akan disalurkan sebagai penyertaan modal ke entitas PT Realfood Winta Asia, yang juga digunakan untuk pengadaan bahan baku.
Awalnya dikenal sebagai eksportir sarang burung walet mentah, RLCO kini berevolusi menjadi pemain industri kesehatan konsumen. Portofolio produknya meliputi minuman sarang burung walet, kaldu ayam tinggi protein, suplemen kolagen, serta inovasi nutrisi berbasis protein untuk energi harian, pemulihan, dan vitalitas jangka panjang.
RLCO mengekspor produk olahan ke China secara langsung, sementara ekspor ke negara non-China dilakukan melalui entitas anak. Perseroan juga memiliki lini usaha pengolahan, pencucian sarang burung walet, dan perdagangan produk kesehatan.
Perseroan membidik pasar konsumen kelas menengah ke atas yang mana segmen ini dianggap memiliki prospek pertumbuhan kuat seiring meningkatnya minat terhadap produk makanan dan kesehatan premium. ***
Related News
BSI (BRIS) Catat Pembiayaan UMKM Tumbuh Solid, Capai Rp51,78 Triliun
Dana IPO Nyaris Habis, ALII Perkuat Anak Usaha dan Armada
Risiko Refinancing Membesar, Pefindo Pangkas Peringkat PTPP ke idBBB+
BWPT Suntik Modal Rp180 Miliar ke Entitas Anak Manunggal Adi Jaya
Dana Rights Issue GIAA Rp7,7T Ludes, Ini Pos-Pos Penggunaannya
BUVA Serap Dana Rights Issue Rp492M, Rencana Ini Belum Terealisasi





