RLCO Rambah Sektor Perikanan!
Suasana di ruang kerja Abadi Lestari tampak senyap. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Abadi Lestari (RLCO) mendirikan entitas usaha baru. Aksi itu dilakukan melalui anak usaha Realfood Winta Asia (RWA). Bersama Edwin Pranata, RWA telah mendirikan anak usaha baru yaitu PT Marinova Protein Internasional (MPI).
Pendirian entitas usaha baru itu telah dikukuhkan pada 19 Januari 2026, dan berkedudukan di Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim). Pendirian usaha tersebut dituangkan dalam akta pendirian No. 18 tanggal 19 Januari 2026, dan telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.
MPI akan melakukan kegiatan usaha, antara lain industri penggaraman/pengeringan ikan, industri pembekuan ikan, industri pengolahan dan pengawetan lainnya untuk ikan, industri penggaraman/pengeringan biota air lainnya, industri pengolahan dan pengawetan lainnya untuk biota air lainnya, perdagangan besar hasil perikanan, dan perdagangan besar hasil olahan perikanan.
Struktur pemegang saham MPI meliputi RWA 999 helai dengan nominal Rp999 juta setara 99,9 persen. Lalu, Edwin Pranata mengemas 1 lembar bernominal Rp1 juta alias setara dengan porsi kepemilikan 0,1 persen. Dengan pembentukan anak usaha itu, perseroan akan memiliki anak usaha baru dengan laporan keuangan terkonsolidasi.
Perseroan berkeyakinan pembentukan anak usaha baru dilakukan sesuai strategi bisnis diversifikasi perseroan. Tindakan itu, untuk memastikan agar perseroan fokus pada pelaksanaan kegiatan usaha berkelanjutan. Selain itu, pembentukan usaha akan menjadi penunjang bisnis perseroan ke depan.
”Pembbentukan usaha baru tersebut tidak akan berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” tegas Ayu Amanda, Direktur/Corporate Secretary Abadi Lestari Indonesia. (*)
Related News
Tembus Rp491,6 Triliun, Kredit Infrastruktur BMRI Melejit Double Digit
Didominasi Proyek Pemerintah, Kontrak Baru PTPP Tembus Rp3,87T
ERAL–Pan Asia Bentuk Joint Venture, Garap Bisnis LED dan Videotron
Aset Bertumbuh, DKHH Catat Laba Rp6 Miliar di 2025
Dorong Transformasi, ELSA Serius Jadi Low-Cost Operator Kelas Dunia
CNMA Ungkap Aksi Baru, Saham Bonus hingga Dividen Yield 6,36 Persen





