Rugi Menyusut Jadi USD17,80 Juta, Sayangnya Defisit GMFI Malah Naik ke USD625,55 Juta
:
0
EmitenNews.com—PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menderita rugi bersih sebesar USD17,809 juta dalam sembilan bulan tahun 2022, atau menyusut 54,27 persen dibanding periode sama tahun 2021 yang mencapai USD38,944 juta.
Akibatnya, defisit kian dalam 2,9 persen dibanding akhir tahun 2021 senilai USD607,74 juta menjadi USD625,55 juta per 30 September 2022.
Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2022 tanpa audit emiten perbaikan dan perawatan kapal terbang anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (IDX: GIAA) itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/11/2022).
Rinciannya, pendapatan usaha terkikis 9,09 persen menjadi USD150,49 juta karena pendapatan perbaikan dan bongkar pasang menyusut 6,19 persen menjadi USD106,57 juta.
Senasib, pendapatan perawatan juga melorot 22,16 persen menjadi USD30,279 juta.
Sedangkan berdasarkan pemberi kerja, pendapatan dari PT Garuda Indonesia Tbk anjlok yang tersisa USD46,104 juta.
Adapun dari PT Citilink Indonesia terkikis 0,4 persen menjadi USD37,821 juta.
Sayangnya, beban usaha membengkak 4,3 persen menjadi USD143,65 juta. Dampaknya, rugi usaha tercatat sebesar USD6,844 juta.
Sementara itu, kewajiban menyusut 0,27 persen dibanding akhir tahun 2021 menjadi USD733,63 juta.
Pada sui lain, ekuitas tercatat negatif USD353,16 juta. Sehingga aset melorot 4,2 persen menjadi USD380,46 juta.
Related News
Kinerja Moncer, Bank Banten (BEKS) Kemas Laba Rp21,3M, Melonjak!
Bank Jatim (BJTM) Cetak Laba Meningkat, Ditopang Ini
Kinerja Gemilang Emiten Terlempar Indeks Utama MSCI Mei VS Agustus
Mantap Geluti Bisnis Emas, MDKA Kini Kuasai 64 Persen Saham EMAS
Bank BJB (BJBR) Jadi Sponsor Persib Lagi, Intip Kinerjanya
Tambah Porsi Direktur Ini Beli 1,4 Miliar Saham Impack Pratama (IMPC)





