EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (13/7/2026). Tekanan jual langsung muncul sejak awal sesi.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.04 WIB, IHSG turun 23,148 poin atau 0,39% ke posisi 5901,211. 

IHSG dibuka di level 5934,719, namun indeks kemudian tertekan dan menyentuh level terendah 5898,899 pada pembukaan.

Pelemahan IHSG dibarengi dominasi saham yang turun. Tercatat 311 saham melemah, 160 saham menguat, dan 224 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan seperti volume transaksi mencapai 2,007 miliar saham dengan nilai turnover Rp707,369 miliar dan frekuensi 422.441 kali. Kapitalisasi pasar tercatat Rp10.335,104 triliun.

Sentimen Rupiah dan Arus Asing Tekan IHSG

Pelemahan IHSG sejalan dengan sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Berdasarkan catatan risetnya Mirae Asset Sekuritas Indonesia Senin, 13 Juli 2026, pada Jumat pekan lalu IHSG hanya menguat 0,2% dengan transaksi tipis Rp8,8 triliun. Investor asing justru membukukan net sell Rp285 miliar di pasar reguler.

Tekanan terbesar datang dari Rupiah yang kembali menembus level 18.000 per dolar AS.

"Ini mengindikasikan bahwa kenaikan BI rate sebesar total 100 bps sejauh ini belum cukup untuk membalikkan sentimen terhadap Rupiah," tulis Head of Researcher Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto.

Data makro juga memberi sinyal kurang nyaman. Inflasi tetap tinggi bersamaan dengan perlambatan aktivitas domestik seperti penurunan PMI manufaktur, kontraksi penjualan ritel, dan pelemahan indeks keyakinan konsumen.