EmitenNews.com - Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi kembali menguat. Penguatan rupiah hari ini masih dodorong ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) tidak akan terlalu agresif menaikkan suku bunga.


Pada pukul 10.11 WIB rupiah terpantau menguat 53 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp15.682 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.735 per dolar AS.


"Setelah beberapa waktu yang lalu The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk yang keempat kalinya sepanjang tahun ini, pasar berekspektasi The Fed mulai akan mengendurkan laju kenaikan suku bunga," kata Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama di Jakarta, Selasa (8/11).


Pada awal November The Fed memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin menjadi 3,75-4 persen seperti yang diperkirakan secara luas.


"Hal ini diperkuat dengan kenaikan unemployment rate di AS yang berada di level 3,7 persen pada Oktober 2022 yang sedikit lebih tinggi dari nilai sebelumnya," ujar Revandra.


Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,72 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi yang positif ini, menurut Revandra turut memberikan dampak positif bagi rupiah.


Ekonomi Indonesia berhasil tumbuh tinggi pada triwulan III 2022 yakni 5,72 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) atau lebih tinggi dari triwulan II 2022 yang sebesar 5,45 persen (yoy).


Tren pertumbuhan ekonomi secara tahunan meningkat secara persisten selama empat kuartal berturut-turut, dengan tumbuh di atas 5 persen sejak triwulan IV 2021. Revandra memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.630 per dolar AS hingga Rp15.730 per dolar AS.(*)