EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ini menguat. Penguatan rupiah ditopang oleh ekspektasi pasar bahwa neraca pembayaran Indonesia (NPI) akan mengalami surplus.


Pada pukul 09.59 rupiah ditransaksikan di posisi Rp15.167 per dolar AS. Menguat 33 poin atau 0,21 persen dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.200 per dolar AS.


"Ada potensi rupiah untuk menguat hari ini didorong oleh rilis data neraca pembayaran yang masih akan positif," kata Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Senin.


Rully mengatakan perkiraan NPI surplus tersebut didukung oleh tingginya surplus neraca transaksi berjalan, terutama ekspor yang masih tumbuh cukup tinggi pada 2022.


Neraca perdagangan RI secara kumulatif dari Januari-Desember 2022 mengalami surplus 54,46 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 291,98 miliar dolar AS dan impor 237,52 miliar dolar AS.


Neraca perdagangan sepanjang 2022 tumbuh 53,76 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.


Bank Indonesia memperkirakan NPI 2022 mencatat surplus, ditopang oleh surplus transaksi berjalan pada kisaran 0,4-1,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), di tengah defisit transaksi modal dan finansial akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.


Perkembangan terkini menunjukkan neraca perdagangan Januari 2023 mencatat surplus cukup tinggi sebesar 3,87 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor nonmigas yang tetap kuat.


Rully memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp15,165 per dolar AS hingga Rp15,225 per dolar AS.(*)