EmitenNews.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (14/6) pagi melemah 0,04 persen atau 6 poin menjadi Rp14.876 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.870 per dolar AS pada Selasa (13/6).
Analis pasar Lukman Leong menduga pelemahan rupiah hari ini karena masih tertekan oleh data penjualan ritel kemarin, Selasa (13/6), yang mengecewakan.
"Penjualan ritel hanya naik 1.5 persen, lebih rendah dari perkiraan 5 persen. Ini menggarisbawahi permintaan domestik yang masih lemah," katanya di Jakarta, Rabu
Selain itu, rupiah juga tertekan kenaikan imbal hasil obligasi AS setelah data menunjukkan inflasi inti AS masih bertahan di atas 5 persen.
Kendati inflasi utama sudah mencapai level terendah dalam dua tahun, investor masih cenderung wait and see menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) malam ini.
"Naiknya imbal obligasi AS mencerminkan ekspektasi suku bunga dari the Fed. Namun ini seharusnya hanya sementara menjelang pertemuan fomc malam ini," kata Lukman.(*)
Related News
Terapkan Efisiensi, Purbaya akan Potong Langsung Anggaran Kementerian
Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru, Potensi Produksi 505 BOPD
KILAS Balik Ramadan: Hilirisasi dan Resiliensi Industri Nasional
Penghapusan Pensiun Seumur Hidup Bagi Anggota DPR Perlu Diperluas
Hadapi Lebaran 2026, PGE Pastikan Keandalan Listrik dari Panas Bumi
Terkait ART, Pemerintah Antisipasi Investigasi USTR





