EmitenNews.com - PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) telah menandatangani Perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), Perjanjian penjaminan, dan Perjanjian regres untuk Jalan Tol Akses Patimban pada tanggal 24 Januari 2023.
Setiadi Djajasaputra Corporate Secretary NRCA dalam keterangan tertulisnya Kamis (26/1) menuturkan bahwa Pihak-pihak yang bertransaksi adalah Konsorsium PT Jasamarga Akses Patimban (JAP), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Nusa Raya Cipta Tbk.
Selanjutnya PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Subang Sejahtera dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta PT Penjaminan dan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PII).
Penandatanganan PPJT Jalan Tol Akses Patimban ini dilakukan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit dan Direktur Utama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Konsorsium PT Jasamarga Akses Patimban (JAP) Victor Nazarenko Mahandre.
Kemudian untuk penandatanganan Perjanjian Penjaminan dilakukan oleh Direktur Utama PT Penjaminan dan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PII) M. Wahid Sutopo dan Direktur Utama PT JAP Victor Nazarenko Mahandre. Sementara untuk Perjanjian Regres dilakukan oleh Menteri PUPR M. Basuki Hadimuljono dan Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo.
"Tujuan transaksi ini adalah Pengusahaan Jalan Tol Akses Patimban serta akan berkontribusi positif terhadap kinerja NRCA dan tidak ada hubungan afiliasi antara NRCA dengan pihak-pihak yang bertransaksi sesuai dengan regulasi OJK dalam POJK No.42/POJK.04/2020,"tuturnya.
Setiadi menegaskan penandatanganan PPJT ini tidak berdampak secara hukum dan juga hal lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha NRCA.
Related News
BPTR Diguyur Kredit Jumbo Hampir Rp700M, Ini Rencana Penggunaannya
Nol Utang, Marjin Laba 48 Persen: DMAS Pamer Fundamental Super Sehat
Provident Investasi Pastikan Kesiapan Dana Pelunasan Obligasi I 2023
Sukses Dalam Berinovasi Bank Raya Raih Penghargaan di Digital Day 2026
Grup Djarum (BELI) Geber MESOP 1,50 Miliar Saham, Harga Tebus Rp430
Laba 2025 Menciut, Emiten Nikel Ifishdeco (IFSH) Beber Pendapatan Rp1T





