Saham ARA Naik Beruntun hingga 100 Persen Digembok BEI Untuk Ke-2 Kali
:
0
Ilustrasi suspensi akibat kenaikan harga. Foto: AI/EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggembok sementara (suspensi) perdagangan saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA). Suspensi kedua ini dilakukan setelah saham tersebut melesat hingga berhari-hari beruntun dan ditutup di harga atas.
Penghentian perdagangan dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi Pra-Pembukaan Jumat (7/8/2026) sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut.
Endra Febri Styawan, Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyebut suspensi dilakukan sehubungan peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BAJA sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
Volatilitas BAJA memang tinggi dalam 2 pekan terakhir. Berdasarkan data perdagangan, saham ini pertama kali melenting Auto-Reject Atas (ARA) 34,55% pada Senin (27/7/2026) ke level Rp222.
Sempat ARB 14,73% ke Rp191 pada Rabu (29/7), BAJA kemudian rebound dan naik 3 hari beruntun. Pada 30 Juli naik 20,42% ke Rp230, 31 Juli naik 6,09% ke Rp244, dan 3 Agustus naik 24,59% ke Rp304.
BEI sempat melakukan suspensi pertama pada 4 Agustus 2026 selama sehari. Setelah dibuka kembali, BAJA langsung melesat lagi. Pada 5 Agustus naik 11,18% ke Rp338 dan 6 Agustus naik 7,10% ke Rp362.
Karena kenaikan signifikan tersebut, BEI akhirnya kembali melakukan suspensi kedua kalinya saham BAJA mulai 7 Agustus 2026. Adapun, saham ini berpotensi menjalani suspensi lebih panjang yang bisa memakan waktu hingga seminggu atau lebih lama dari biasanya akibat kenaikan harga yang berturut-turut usai suspensi perdana.
Secara keseluruhan, dalam kurun 22 Juli 2026 di level Rp165 hingga 6 Agustus 2026 di level Rp362, saham BAJA telah melonjak 119,39% atau naik Rp197.
"Bursa mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk senantiasa memperhatikan setiap informasi yang disampaikan oleh Perusahaan," tutup Endra.
Related News
ADCP Hadapi PKPU, Rugi Bengkak 159.978 Persen
Saham Bangkit, Laba Emiten Lo Kheng Hong (BMTR) Drop 41,57 Persen
Jadi Sorotan BEI, Saham FUTR Meroket, dan Dirut Serok Harga Bawah
INDY Kebut Tambang Emas, DBS Guyur Fasilitas USD155 Juta
Adu Gacor Kinerja Emiten BUMN Energi: TINS, PGEO, ELSA, PTBA, PGAS
Ekspansi Bisnis Logistik, Grahaprima (GTRA) Raih Kredit BCA Rp130,5M





