Saham AS Melemah Karena Fed Masih Terbuka Naikkan Suku Bunga
:
0
Saham-saham AS ditutup lebih rendah pada 17 Juni karena meningkatnya kekhawatiran bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini.(Foto: First State Future)
EmitenNews.com - Saham-saham AS ditutup lebih rendah pada 17 Juni karena meningkatnya kekhawatiran bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 507,12 poin, atau 0,98%, menjadi 51.492,55 di Bursa Saham New York. Indeks S&P 500 turun 91,25 poin, atau 1,21%, menjadi 7.420,10, sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi kehilangan 354,68 poin, atau 1,34%, menjadi 26.021,66.
Saham-saham perusahaan teknologi besar memimpin penurunan. Meta Platforms anjlok 5,44%, Microsoft turun 3,79%, Amazon.com kehilangan 3,46%, dan Alphabet turun 2,53%. SpaceX, yang telah naik sejak pencatatan sahamnya, turun 4,95% untuk penurunan harian pertamanya.
Saham-saham semikonduktor melawan pelemahan yang lebih luas di saham-saham teknologi. Western Digital naik 4,56%, Intel naik 3,46%, dan Micron Technology bertambah 2,20%. Indeks Semikonduktor Philadelphia berakhir naik 1,38%.
Pada pertemuan pertama Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di angka 3,50% hingga 3,75%. Namun demikian, para pembuat kebijakan mengisyaratkan melalui grafik proyeksi suku bunga bahwa kenaikan suku bunga tahun ini masih mungkin terjadi.
Sembilan dari 18 pejabat memperkirakan suku bunga acuan pada akhir tahun ini akan berada di atas kisaran saat ini yaitu 3,50% hingga 3,75%. Proyeksi suku bunga median akhir tahun naik menjadi 3,8% dari 3,4% pada bulan Maret.
Harga minyak naik setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa nota kesepahaman untuk mengakhiri perang dengan Iran bukanlah kesepakatan final dan bahwa serangan udara dapat dilanjutkan jika ia tidak puas dengan hasilnya.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 0,75% menjadi $79,55 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli naik 0,97% menjadi $76,79 per barel.(*)
Related News
Langkah Cerdas Hadapi Risiko Ketidakpatuhan PMK 44/2026 di Era Digital
Program 3 Juta Rumah, Jamkrindo Jamin Pembiayaan Rp50,34 Triliun
Harga Batu Bara Acuan Periode I Agustus 2026, Naik Tiga Kategori
Impor Migas Melonjak, Juni 2026 Defisit USD0,45 Miliar
Juli Terjadi Deflasi Sebesar 0,14 Persen
Dolar AS Anjlok, Rupiah Pagi ini Rebound ke Rp17.989





