EmitenNews.com - Saham-saham big caps di sektor komoditas kompak melemah tajam pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, seiring pengumuman Presiden Prabowo Subianto terkait peraturan tata kelola ekspor sumber daya alam satu pintu melalui BUMN.

IHSG turut diseret jatuh hingga 2,4 persen ke level 6.217,52. Sektor IDXBASIC terjun 7,03 persen di level 1606.07. Berdasarkan data pukul 11.22 WIB, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin pelemahan dengan ambruk ke lantai dasar harga, menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) di 14,74% ke Rp2.660.

Berikut pula, saham milik Prajogo Pangestu yang lain yakni, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menyusul minus 10,44% ke Rp1.715, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 8,83% ke Rp2.890.

Pelemahan juga terjadi pada PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 8,40% ke Rp436, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) melemah 8,05% ke Rp800, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turun 7,37% ke Rp6.600.

Saham komoditas lain seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 6,80% ke Rp2.330, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) melemah 6,01% ke Rp7.825, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 5,25% ke Rp4.690, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 5,22% ke Rp635, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melemah 5,37% ke Rp1.145, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 2,94% ke Rp2.970.

Tekanan jual terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan peraturan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam dalam pidatonya di rapat paripurna DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026. 

Head of Research Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, di Jakarta, Selasa (19/5) juga sempat mengatakan, “IHSG melemah (kemarin) akibat tekanan jual setelah beredarnya rumor bahwa pemerintah berencana untuk mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus bentukan negara.”