Saham BRMS Melorot Di Tengah Isu Penolakan Warga Atas Tambang CPM
:
0
Kegiatan usaha tambang milik BRMS
EmitenNews.com - Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) melorot ke nilai Rp 338 atau minus sekitar 7% pada penutupan perdagangan Rabu (12/2). Perdagangan jelang penutupan sendiri terjadi atas sebanyak 1,16 miliar saham BRMS yang ditransaksikan dengan nilai transaksi Rp 397 miliar.
Pada perdagangan hari in Kamis (13/2) saham BRMS juga terseret turun Rp2 atau anjlok 1 % menjadi Rp336 per lembar saham.
Saham emiten ini turun tajam di tengah berkembangnya isu penolakan warga terhadap operasional tambang anak usaha BRMS, Citra Palu Mineral di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah.
Pihak korporasi mengklaim, operasional CPM tak terpengaruh penyegelan kantor yang dilakukan warga.
Sementara di Palu, kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu.
"Seluruh rangkaian kegiatan pertambangan berikut pengolahan yang dilakukan CPM dilaksanakan berdasarkan studi-studi yang lengkap dan dijalankan oleh tenaga ahli dan peralatan berteknologi terkini sehingga seluruh dampak kegiatan dapat diturunkan serendah mungkin atau bahkan dihilangkan," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Minerals, Muhammad Sulthon dikutip pada Rabu, (12/2/2025).
Saham Bumi Resources Minerals (BRMS) sempat disebut-sebut berpotensi masuk ke MSCI Global Standard Index. Tapi, pengumuman MSCI pada 11 Februari tak menyebutkan BRMS.
Perseroan menegaskan bahwa analisis dampak lingkungan telah dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Manajemen pun mengklaim, kontrak Karya CPM untuk Blok Poboya berlaku hingga 3 Desember 2050, setelah mendapatkan Persetujuan Peningkatan Tahap Operasi Produksi pada 14 November 2017. Kontrak tersebut mencakup masa konstruksi selama tiga tahun serta masa operasi produksi selama 30 tahun.
Sebaliknya, di Palu, mahasiswa menggelar aksi mengecam aktivitas tambang PT Citra Palu Minerals (PT CPM), anak perusahaan PT Bumi Resources Minerals (BRMS), di Poboya, Kota Palu yang dianggap merusak lingkungan, mencemari air, dan merampas kehidupan masyarakat lokal. Koordinator aksi, Fadel, menyampaikan kecaman keras terhadap perusahaan tersebut, menyebut kegiatan mereka sebagai "eksploitasi brutal".
Related News
Tiket Konser Westlife Di GBK Sold Out! IRSX Catat Babak Baru Ekspansi
Gema Grahasarana (GEMA) Tebar Dividen Rp3,2 Miliar, Cum Date 2 Juni
Emiten Perabot (LMPI) Mau Cabut dari Tangerang, Jual Aset Jumbo Rp160M
LFLO Bagikan 29,56 Persen Laba Sebagai Dividen, Ini Jadwalnya!
Jelang Iduladha, Emiten Peternakan Ini Resmi Rights Issue 8,5M Saham
9 Emiten Antre Cum Dividen Akhir Mei, Yield Terjumbo Nyampe 20 Persen





