EmitenNews.com - Pasar saham Jepang mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Rabu. Indeks Nikkei 225 melonjak 2 persen hingga melampaui level 67.000. Sementara itu, Indeks Topix yang mencakup pasar lebih luas naik 1 persen ke posisi 4.055. Kenaikan ini memperpanjang tren positif dari sesi sebelumnya.

Berdasarkan data Trading Economics, lonjakan pasar saham Jepang didorong oleh penguatan tajam pada saham produsen semikonduktor. Sektor ini mengekor reli kuat yang terjadi di bursa Wall Street, Amerika Serikat. Kepercayaan investor terhadap sektor teknologi meningkat setelah Taiwan dan Korea Selatan merilis data ekspor yang solid.

Laju pasar teknologi global juga mendapat sentimen positif dari Super Micro Computer. Perusahaan tersebut mencatatkan rekor pesanan tertunda akibat tingginya permintaan server berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Sejumlah saham teknologi terkemuka di Jepang mencatatkan kenaikan harga yang signifikan. Saham Taiyo Yuden memimpin penguatan dengan lonjakan 11 persen, disusul Kioxia Holdings yang naik 8,2 persen, dan Murata Manufacturing sebesar 6,9 persen. Saham Advantest dan SoftBank Group turut menguat masing-masing sebesar 4,3 persen dan 4,1 persen.

Di sisi lain, nilai tukar yen Jepang justru jatuh ke level terendah baru dalam 40 tahun terakhir. Pelemahan mata uang ini dipicu oleh tingginya harga minyak dunia, penguatan mata uang USD, serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang terus memberi tekanan pada yen.

Dari sisi indikator makroekonomi, neraca perdagangan Jepang bergeser menjadi defisit pada bulan Juni. Perubahan ini terjadi akibat pertumbuhan nilai impor yang melampaui kinerja ekspor pada periode tersebut.

Pergerakan pasar modal dan nilai tukar Jepang ini menjadi perhatian para pelaku pasar di Indonesia. Fluktuasi harga komponen teknologi global dan pelemahan mata uang kawasan Asia berpotensi memengaruhi biaya impor industri manufaktur serta pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di dalam negeri.(*)