Saham Loncat 70,9 Persen! BEI Langsung Keluarkan Pengumuman
:
0
PT Imago Mulia Persada, Tbk. (LFLO) ketika dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) dan Paparan publik.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Imago Mulia Persada, Tbk. (LFLO) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (19/5).
Sebelumnya BEI mengumumkan UMA atas LFLO pada (6/5) lantaran kenaikan harga yang tak wajar dan diluar dugaan.
Saham LFLO sebulan terakhir memang menunjukkan lonjakan harga yang mencolok, 70,97% atau naik sebesar Rp88 dari harga Rp124 pada (21/4) hingga disuspensi Kamis (16/5).
Langkah suspensi diambil otoritas bursa sebagai bagian dari mekanisme cooling down, menyusul terjadinya lonjakan harga kumulatif saham LFLO yang dinilai signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam pengumuman resmi yang dikutip hari ini, disebutkan bahwa suspensi dilakukan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan keputusan investasi secara lebih matang.
“Penghentian sementara ini merupakan bentuk perlindungan bagi investor,” tulis Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam surat pengumuman bertanda nomor Peng-SPT-00080/BEI.WAS/05-2025.
BEI juga mengingatkan seluruh pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan, guna memastikan transparansi dan integritas pasar tetap terjaga.
PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) yang bergerak dibidang bisnis retailer furnitur tersebut membukukan laba bersih pada tahun 2024 sebesar Rp 15,1 miliar. Naik bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023 sebesar Rp 8,8 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 11,64 per lembar.
Pemegang saham utama LFLO, Ang Phek Tuan memiliki saham sebesar 30,60%, Erlangga Ksatria memiliki saham 22,90%, dan Purnamawati Gumulya memiliki saham 22,90% dan Masyarakat sebesar 23,50%.
Related News
Hunian Rp50 Miliar ke Atas Tetap Diburu, Ini Buktinya
Perbaikan Kinerja Berlanjut, Laba Bank Neo (BBYB) Meningkat Tajam
Kinerja Q1-2026 Catat Rekor, TPIA Ubah Peta Industri Asia Tenggara
Gaspol Ekspor, Setelah Afrika Kini SMGR Bidik Eropa
Muncul Nego 56,67 Juta Saham GOTO di Harga Miring Rp2 per Lembar
Sahamnya Masih Digembok, Fajar Surya Wisesa (FASW) Sasar Usaha Baru





