EmitenNews.com - Saham Tirta Mahakam (TIRT) meroket signifikan dua bulan terakhir. Per 22 Januari 2026 bertengger di kisaran Rp466 per lembar. Telah melonjak 959 persen dari edisi 26 November 2025 di level Rp44 per eksemplar. 

Merespons itu, manajemen Tirta Mahakam menyebut fluktuasi harga saham merupakan hasil dari dinamika pasar. ”Pergerakan harga itu murni mekanisme pasar,” tegas Jackson Indrawan, Corporate Secretary Tirta Mahakam. 

Perseroan senantiasa patuh, memenuhi seluruh ketentuan, dan peraturan berlaku di pasar modal dan peraturan lainnya. ”Seluruh informasi, fakta atau kejadian material lain telah disampaikan kepada publik atau masyarakat,” imbuhnya.

Saat ini, perseroan telah mengoperasikan sebanyak 20 unit armada kapal yang seluruhnya telah beroperasi (fully occupied). Perseroan terus berupaya mengoptimalkan tingkat utilisasi armada kapal guna mendukung keberlangsungan operasional, dan memastikan pendapatan berkesinambungan.

Saat ini, perseroan masih mengkaji dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kondisi industri angkutan laut global, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. ”Perseroan akan menyampaikan rencana itu, kalau sudah ada dengan memperhatikan ketentuan, dan peraturan pasar modal berlaku,” uapnya. (*)