EmitenNews.com -Emiten pendatang baru yang sahamnya langsung PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) menargetkan beberapa strategi bisnis yang akan dilaksanakan pada waktu yang akan datang.

 

Namun perlu diketahui bahwa hingga penutupan perdagangan kemarin, Jumat (1/9/2023) saham SMIL turun 1,39 persen atau 2 poin ke level 142 per lembar, kemarin SMIL ditransaksikan sebanyak 4.487 kali, untuk 157,29 juta lembar saham dengan  nilai Rp22,18 miliar.

 

Penurunan harga saham SMIL merupakan lanjutan dari koreksi yang terjadi sejak listing perdananya di Bursa Efek Indonesia pada 12 Mei 2023 dengan harga perdana dengan harga perdana 100 per lembar dan sempat menyentuh harga tertinggi di 171 pada akhir Mei 2023.

 

Pada saat IPO saham SMIL dikerubungi investor hingga jumlahnya mencapai 10.911 pemegang saham. Sayangnya tak bertahan lama penyusutan terus terjadi sehingga per Juli, pemegang saham merosot tersisa 6.474 investor.

 

Mengutip bahan paparan publik SMIL, disebutkan dari sisi prospek usaha, Perseroan meyakini seiring pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya di sektor industri akan berpengaruh pada pertumbuhan kinerja Perusahaan dimana dampak tersebut dapat terlihat dari solidnya kinerja Perusahaan di Semester I-2023 yang telah disebutkan pada point kinerja keuangan.

 

Dari sisi strategi usaha, Perseroan yang saat ini telah menjadi Pioner untuk Forklift EV terus menjalin Kerjasama dengan beberapa Perusahaan manufaktur forklift terkemuka baik dari Indonesia maupun mancanegara yang diharapkan untuk menunjang ekspansi Perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

 

Dari sisi kendala yang dihadapi perseroan saat ini lebih kepada resiko pelanggan yang berulang dan persaingan usaha.