EmitenNews.com - Rekor 100% akurasi Joachim Klement akhirnya patah di Piala Dunia 2026. Ekonom dan analis investasi asal Jerman itu salah memprediksi Brasil bakal kalah dari Jepang di 32 Besar. Neymar pun langsung turun tangan menyindir.

Klement bukan peramal biasa. Ia adalah mantan Chief Investment Officer dengan latar belakang Matematika & Fisika ETH Zurich. Selama 20 tahun ia menasihati family office soal alokasi aset.

Namanya naik karena model ekonometrik buat Piala Dunia. Model ini memadukan ranking FIFA dengan variabel sosial-ekonomi makro. Hasilnya: ia benar menebak juara 3 edisi terakhir: Jerman 2014, Prancis 2018, Argentina 2022.

"Ini seperti backtest strategi investasi. 3 kali win streak bikin orang percaya modelnya punya alpha," ujar salah satu analis pasar modal ini.

Untuk 2026, model Klement menunjuk Belanda juara dunia. Jalurnya: singkirkan Prancis & Spanyol, lalu kalahkan Portugal di final.

Yang kontroversial: model memproyeksikan Brasil tumbang lebih awal. “The model expects Brazil to lose to Japan in the Round of 32,” catat modelnya.

Kenyataan di lapangan beda. Brasil menang 2-1 atas Jepang di Houston, 29 Juni 2026, lewat gol menit akhir tanpa Neymar yang absen main. Sedangkan Belanda disingkirkan Maroko lewat drama adu penalti.

Pasca laga, Neymar menulis di X: “Mr. Joachim Klement… please try harder at the next World Cup”.

Cara Kerja Modelnya: Mirip Riset Saham

Kalau dibedah, model Klement sebenarnya mirip riset factor investing. Ia tidak cuma pakai 1 variabel seperti "ranking FIFA".