Sejumlah Kebijakan Disiapkan untuk Jaga Pertumbuhan Tetap 5 Persen
:
0
Meski menghadapi berbagai kondisi tersebut, Pemerintah tetap optimis mampu merealisasikan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 dengan tetap pada koridor angka 5%.
EmitenNews.com - Mempertimbangkan stabilitas perekonomian global yang masih dihadapkan pada berbagai tantangan, sejumlah lembaga memberikan pandangan dan proyeksi pertumbuhan ekonomi global akan mengalami penurunan.
Meski menghadapi berbagai kondisi tersebut, Pemerintah tetap optimis mampu merealisasikan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 dengan tetap pada koridor angka 5%.
Optimisme tersebut didukung oleh stabilitas makroekonomi yang terus terjaga, pengendalian tingkat inflasi secara konsisten, serta berbagai langkah strategis lainnya yang terus diperkuat.
“Dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global, Pemerintah telah menyiapkan dan menjalankan berbagai kebijakan jangka pendek, serta kebijakan jangka menengah untuk menyiapkan fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.
Sejumlah kebijakan jangka pendek yang telah disiapkan Pemerintah, yakni:
Pertama, penguatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat melalui perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendukung ketahanan gizi sekaligus mendorong perputaran ekonomi di sektor pangan lokal.
Kemudian penyaluran bantuan sosial tepat sasaran untuk melindungi daya beli masyarakat rentan, stimulus konsumsi melalui diskon transportasi publik dan subsidi listrik untuk rumah tangga tertentu, dan mempercepat realisasi belanja negara untuk memperkuat daya dorong fiskal.
Kedua, peningkatan kemudahan berusaha melalui deregulasi untuk menyederhanakan izin usaha dan penyelesaian revisi Peraturan Presiden tentang Bidang Usaha Penanaman Modal (BUPM).
Ketiga, penguatan pembiayaan sektor produktif melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan target yang lebih besar,
implementasi Kredit Investasi Padat Karya yang diarahkan pada sektor-sektor strategis, serta fasilitasi pembiayaan Koperasi dan UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Keempat, perluasan akses pasar ekspor dengan mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan seperti IEU-CEPA, dan CP TPP,
penetrasi pasar ekspor non-tradisional dan penguatan kerja sama dengan negara-negara BRICS, serta dukungan promosi dan fasilitasi ekspor untuk UMKM berpotensi ekspor.
Related News
Target Kementan 2026, Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton
Kembangkan PLTS Berbasis Koperasi, LPDB Siapkan Rp2,1 Triliun
Yuan Hari Ini Melemah 24 Poin Ke 6,8674 Per Dolar AS
Rupiah Masih Berfluktuasi, Ini Intervensi Yang Disiapkan BI
Realisasi Investasi Triwulan I Di Atas Target, Tumbuh 7,22 Persen
JP Morgan Tempatkan Indonesia Urutan 2 Paling Tahan Goncangan Energi





