EmitenNews.com - Pasar saham Tiongkok dan Hong Kong kompak melemah pada perdagangan Rabu. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham sektor semikonduktor serta tekanan dari tingginya imbal hasil obligasi dan sentimen geopolitik global.

Berdasarkan data dari Trading Economics, Indeks Shanghai Composite melemah 1 persen ke level 3.953, sementara Indeks Shenzhen Component terperosok 2,2 persen ke posisi 14.301. Di Hong Kong, Indeks Hang Seng turut tergerus 0,4 persen atau berkurang 96 poin ke level 25.372.

Tekanan pada produsen chip terjadi secara global seiring melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah akibat inflasi yang berlanjut, pengeluaran fiskal tinggi, dan besarnya penerbitan utang. Ketegangan geopolitik juga memperkuat kekhawatiran atas gangguan pasokan energi serta tingginya biaya pembiayaan.

Penurunan di bursa Tiongkok terjadi meski GigaDevice melaporkan pendapatan semester I 2026 sebesar RMB11,57 miliar atau naik 178,7 persen, dengan laba bersih melonjak 1.091,5 persen menjadi RMB6,86 miliar. Namun, investor tetap melakukan rotasi keluar dari sektor ini, menyeret saham SMIC turun 1,3 persen, Hygon Information Technology melemah 3 persen, GigaDevice terkoreksi 1,6 persen, dan Hua Hong Semiconductor merosot 2 persen.

Sementara itu di bursa Hong Kong, saham Baidu anjlok 14,4 persen ke HKUSD86,50 yang menjadi level terendah dalam setahun setelah pendapatan kuartal II turun 4 persen menjadi RMB31,33 miliar. China Unicom juga merosot sekitar 10 persen akibat penurunan laba bersih semester I sebesar 34,6 persen menjadi RMB9,5 miliar.

Dari sisi kebijakan, regulator keuangan Tiongkok menyetujui izin bagi dana asuransi daratan untuk berinvestasi di ETF yang terdaftar di Hong Kong melalui Stock Connect. Langkah ini berpotensi mengalirkan modal institusional tambahan ke pasar Hong Kong.

Pelemahan bursa saham Tiongkok dan Hong Kong ini turut memengaruhi dinamika pasar modal di Indonesia. Koreksi pada kawasan regional dapat membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta arus modal asing di pasar keuangan domestik.(*)