EmitenNews.com - Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) berhasil menutup tahun 2023 dengan kinerja cemerlang dan tumbuh secara berkelanjutan. BRI mengumumkan meraih laba bersih konsolidasi Rp60,43 triliun sepanjang 2023. Capaian laba ini melonjak 17,55% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp51,41 triliun. 

 

Untuk bank only, laba BRI mencapai Rp53,15 triliun, naik 11,12% secara tahunan (year on year/yoy) dari posisi yang sama tahun sebelumnya senilai Rp47,83 triliun. 

 

Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers paparan kinerja keuangan tahun 2023, secara virtual, di Jakarta, Rabu (31/1/2024), mengungkapkan bahwa secara konsolidasian aset perseroan tumbuh 5,3% yoy menjadi sebesar Rp1.965,0 triliun, dan membukukan laba sebesar Rp60,4 triliun atau tumbuh 17,5% year on year (yoy).

 

Kepada pers, Sunarso mengatakan, BRI sekali lagi membuktikan bahwa dengan strategic response yang tepat, perseroan dapat mengubah tantangan menjadi kesempatan, kesulitan menjadi kemudahan, sehingga secara keseluruhan BRI menjadi semakin tangguh, kuat dan hebat. 

 

“Seperti yang kita rasakan bersama di tahun 2023 banyak sekali tantangan yang bersifat eksternal. Mulai dari era suku bunga dan inflasi tinggi, kondisi geopolitik yang penuh dengan ketidakpastian, serta beberapa bank di Amerika Serikat yang kolaps, namun BRI dapat melewati itu semua dengan catatan impresif,” ujar Sunarso.

 

Mayoritas dari laba digunakan untuk kepentingan rakyat

Sunarso juga menyampaikan bahwa laba BRI menjadi hak pemegang saham. Melalui pembayaran pajak dan dividen, mayoritas dari laba senilai Rp60,4 triliun tersebut pada akhirnya akan kembali ke negara sebagai pemegang saham mayoritas. Lalu, selanjutnya digunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia melalui berbagai program Pemerintah. 

 

“Ini adalah bukti nyata bahwa perusahaan BUMN yang memiliki fungsi agent of development dan value creator dapat secara simultan menjalankan peran economic dan social value secara bersamaan,” imbuhnya.

 

Penopang utama kinerja impresif BRI hingga akhir tahun 2023 tersebut di antaranya adalah penyaluran kredit yang tumbuh double digit dan di atas industri perbankan nasional, kualitas kredit yang terjaga, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang memadai dengan fokus pada dana murah (CASA), serta efisiensi yang terus meningkat, hasil dari transformasi digital yang dilakukan BRI.