EmitenNews.com -PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) di sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, membukukan laba bersih sebesar Rp53,95 miliar, atau tumbuh sebesar 25 persen dibanding realisasi laba pada periode sama di 2022 lalu, yang masih sebesar Rp43,16 miliar.

 

Data keuangan tersebut disampaikan oleh manajemen SMBR dalam Paparan Publik (Public Expose/Pubex) perusahaan, yang digelar secara hybrid, di Jakarta, Selasa (22/10/2023). Dari segi perolehan pendapatan, misalnya, anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) itu hingga Triwulan III-2023 tercatat berhasil mengantongi Rp1,44 triliun.

 

Nilai tersebut terhitung tumbuh sebesar 9,84 persen dari realisasi pendapatan pada periode sama tahun lalu, yang masih sebesar Rp1,31 triliun.

 

Dalam paparan yang disampaikan, Direktur Utama SMBR, Daconi Khotob, menyebut bahwa positifnya pendapatan perusahaan ditopang oleh kinerja penjualan semen, yang mencapai Rp1,42 Triliun.

 

Sedangkan, penjualan White Clay perusahaan menyumbang sebesar Rp27,62 Miliar terhadap pendapatan. Capaian tersebut terhitung tumbuh sebesar 13 persen untuk perbandingan periode yang sama.

 

"Sedangkan untuk (perolehan) laba bersih, lebih didukung oleh penurunan beban bunga, sebagai dampak dari refinancing hutang bank dan percepatan pembayaran pokok pinjaman kredit sindikasi," ujar Daconi, dalam pubex perusahaan.

 

Di lain pihak, menurut Daconi, pihaknya juga telah menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan melalui program efisiensi operasi dan penurunan emisi.


Langkah tersebut dilakukan, antara lain, dengan mengimplementasi Total Productive Maintenance (TPM), mengadakan kompetisi SMBR Innovation Award, serta Penyegaran K3 Tambang.

 

Hal ini membuktikan hingga September 2023, SMBR berhasil menekan Intensitas emisi karbon (cakupan 1) turun menjadi 0,572 Ton CO2/t cem eq, realisasi 2022 (0,588 Ton CO2/t cem eq) dan peningkatan thermal substitution rate mencapai 3,57%, di atas realisasi 2022.