Semen Baturaja (SMBR) Minta Restu Rambah Bisnis Baru, Ini Alasannya
:
0
Pekerja tengah mengangkut semen hasil produksi PT Semen Baturaja (SMBR).
EmitenNews.com - PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) berencana melakukan penambahan kegiatan usaha memproduksi semen Portland dan produk turunannya berupa mortar dan white claydan industri kimia dasar lainnya serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan.
Manajemen SMBR dalam keterangan tertulisnya menuturkan bahwa Kegiatan usaha Perseroan berdasarkan Anggaran Dasar dan/atau KBLI adalah dalam bidang persemenan dengan memproduksi semen Portland dan produk turunannya berupa mortar dan white claydan industri kimia dasar lainnya serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan.
Kegiatan usaha tersebut memiliki tujuan dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapat/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan prinsip-prinsip perseroan terbatas. Perseroan berencana melakukan penambahan bidang usaha yang akan dilakukan Perseroan adalah Sewa Guna Usaha Tanpa Intelektual Properti, Bukan Karya Cipta (KBLI 77400).
Lebih lanjut Manajemen SMBR menjelaskan Penambahan kegiatan usaha ini dilakukan dengan pertimbangan merupakan penyederhanaan dari skema transaksi Inter Company Sales (ICS) yang memiliki kompleksitas tinggi diantara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan anak perusahaannya.
"SMBR memandang bahwa rencana penambahan bidang usaha dibandingkan dengan transaksi saat ini akan memberikan manfaat bagi Perseroan, khususnya meningkatkan kinerja dan profitabilitas jangka panjang bagi SMBR dan Pemegang Saham,"terangnya.
Rencana penambahan bidang usaha ini berpotensi menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 15,5 Miliar, Modified Internal Rate of Return (MIRR) sebesar 11,79% dan Profitability Index (PI) sebesar 1,01x dan Overall Return on Investment sebesar 15,83%, dimana seluruh parameter kelayakan finansial tersebut mengindikasikan kelayakan terhadap rencana penambahan bidang usaha.
Adapun dari sisi kondisi keuangan. Penambahan bidang usaha ini hanya berpengaruh pada proyeksi pendapatan dan biaya Stream 2 dan 3 (Perseroan memiliki empat stream pendapatan). Stream 2 dan 3 telah dijalankan Perseroan, dimana dengan dilakukannya Rencana Proyek terdapat perubahan dalam skema penjualan Stream 2 dan 3. Oleh karena itu, asumsi proyeksi keuangan pada dasarnya sama antara tanpa Rencana Proyek dan dengan Rencana Proyek, kecuali pada Stream 2 dan 3.
Related News
Emiten Prajogo (BRPT) Cetak Rekor, EBITDA Kuartal I Melejit 288 Persen
Saham 12 Kali ARA Beruntun dan 2 Saham FCA Ini Dikunci BEI, Ada Apa?
AEP Nusa Caplok 98,26 Persen Saham PNGO, Sinyal Backdoor Listing?
Laba CBDK Melesat, Capai 317 Persen Q1 2026
Kuartal I, Laba dan Pendapatan SMIL Kompak Meledak
Grup Lippo (LPGI) Bagi Dividen Rp144,73 Miliar, Cair 29 Mei 2026





