EmitenNews.com - Saham PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) menunjukkan volatilitas ekstrem sebelum akhirnya dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan 29 Oktober 2026.

Berdasarkan data historis, saham pengelolaCalifornia Fried Chicken (CFC) ini sempat menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) tiga hari beruntun sebelum berbalik menguat tajam.

Pada 19 Oktober 2026, PTSP anjlok 6,74% ke Rp1.660, lalu pada 20 Oktober turun lagi 6,93% ke Rp1.545, dan 21 Oktober kembali ARB 6,80% ke Rp1.440. Dalam tiga hari tersebut nilai transaksi relatif tipis, hanya Rp381,36 juta pada 21 Oktober.

Tren berbalik drastis. Pada 22 Oktober PTSP terbang Auto Reject Atas (ARA) +25% ke Rp1.800 dengan value Rp3,18 miliar, dan 23 Oktober kembali ARA +25% ke Rp2.250 dengan value Rp4,40 miliar.

Setelah sempat koreksi 4% ke Rp2.160 pada 26 Oktober, saham PTSP kembali menguat 2,78% ke Rp2.220 pada 27 Oktober dan melonjak 12,16% ke Rp2.490 pada 28 Oktober dengan transaksi Rp5,10 miliar.

Lonjakan kumulatif tersebut turut membuat BEI melakukan suspensi di Pasar Reguler dan Tunai pada 29 Oktober 2026 sebagai langkah cooling down untuk perlindungan investor.

Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan menyebut suspensi bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada sebelum mengambil keputusan investasi di saham PTSP.