EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu (22/7/2026) terkoreksi tipis 5,5 poin atau 0,09% ke 6.334,47. Sepanjang hari, indeks komposit sempat berada di level terendah 6.284,88 dan tertingginya di 6.394,68.

Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 46,36 miliar saham, dengan frekuensi 2,73 juta kali, dan nilai transaksi Rp18,48 triliun. Mayoritas saham catat penurunan harga yaitu sebanyak 340, saham yang menguat hanya 272 dan 184 saham lainnya stagnan.

Saham yang menjadi penopang transaksi hari ini yaitu Chandra Asri Pacific (TPIA) sebesar Rp1,7 triliun, harga menguat 1,33% ke Rp2.280. Sebaliknya, saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang mencatat transaksi terbesar kedua Rp1,0 triliun mencatat penurunan harga 3,72% ke Rp905 per saham.

Tekanan jual turut melanda saham-saham big caps perbankan dan sektor lainnya. Bank Central Asia (BBCA) transaksi Rp724,5 miliar harga turun 0,38% ke Rp6.500, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp608,1 miliar harga melemah 1,62% ke Rp3.020 per saham.

Di tengah koreksi wajar IHSG tersebut, saham Hartadinata Abadi (HRTA) mencatat penguatan tertinggi di jajaran LQ45 yaitu 3,86% ke Rp2.020, Medco Energi Internasional (MEDC) naik 3,53% ke Rp1.320, dan Charoen Pokphand (CPIN) menguat 2,56% ke Rp3.210 per saham.

Sebaliknya, saham Amman Mineral (AMMN) mencatat penurunan terdalam LQ45 sebesar 3,26% ke Rp4.150, disusul United Tractors (UNTR) melemah 2,11% ke Rp25.550, dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) turun 2,04% ke Rp720 per saham.