EmitenNews.com -Pengumuman penahanan suku bunga acuan belum cukup untuk menjadi pendorong IHSG pada Kamis (18/1). Hari ini IHSG diperkirakan masih akan berkutat pada range resistance 7300, posisi pivot ada di 7.220 dan support 7.150.
Head Of rEsearch PHintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyebut, IHSG diperkirakan mulai berkonsolidasi di area pivot 7,200. Secara teknikal, Stochastic RSI berada di area oversold dengan pelebaran negatif slope indikator MACD.
“Dengan ini, IHSG masih berpotensi untuk konsolidasi pada rentang 7,150-7,250 terlebih dahulu,” ujar Valdy.
Rilis data suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 6% pada Rabu (17/1) belum menjadi sentimen positif untuk IHSG. Dewan gubernur BI menyampaikan risalah mengenai kebijakan suku bunga yang masih berfokus kepada stabilitas ekonomi dan aliran dana asing guna menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar.
Di sisi global, pelaku pasar mengamati rilis data pengangguran US yang akan rilis pada Kamis (18/1). Data ini menjadi indikator penting mengenai arah kebijakan suku bunga The FED yang akan dirilis pada Rabu (31/1) selain data inflasi. Di Eropa, dewan gubernur ECB, Christine Lagarde akan memberikan pidato pada Kamis (18/1).
Beberapa saham yang dapat dicermati pada perdagangan Kamis (18/1) antara lain MDKA, BANK, CPIN, ICBP, RAJA, dan IMAS.
Related News
IHSG Tumbang di Penutupan Pekan, Merosot 53 Poin ke 8.212
Bangun Ekosistem Syariah, BSN Gandeng UNS
Nyemek ala Warmindo Makin Hype!
IHSG Melemah ke 8.218, Saham Big Caps Tekan Indeks
KISI Raih Obligasi Rupiah Terbaik 2025 di Alpha Southeast Asia Award
SMV Kemenkeu Kucurkan Rp4,48 Miliar Untuk Bangun 56 Rumah Layak Huni





