EmitenNews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi pemerintah dalam mengelola transisi ekonomi. Ia memaparkan bahwa arah pembangunan ekonomi nasional bertumpu pada tiga pilar utama yang saling terkait dan menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.

“Strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo bisa dilihat dari banyak angle. Tapi yang saya terjemahkan dari sisi Soemitronomics ada tiga, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial,” kata Menkeu dalam forum Bloomberg Technoz bertema Managing Transition, Capturing New Growth Opportunities di Jakarta pada Kamis (12/2).

Tiga pilar utama strategi ekonomi pemerintah sebagaimana disebut Purbaya tersebut identik dengan tiga landasan utama kebijakan ekonomi pada masa Orde Baru, yakni Trilogi Pembangunan. Tiga pilar landasan utama pemerintahan era Presiden Soeharto untuk menciptakan stabilitas dan kemakmuran itu adalah, 1) pertumbuhan ekonomi, 2) pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, dan 3) stabilitas ekonomi dan sosial yang sehat dan dinamis.

Rupanya Menkeu sependapat dengan doktrin Trilogi Pembangunan tersebut. "Kalau ketiganya nggak ada, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak bisa tercipta," tegas Purbaya.

Menkeu menjelaskan pemerintah telah mengaktifkan kembali mesin pertumbuhan melalui kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil sejak September 2025. Kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah (pemda) didorong untuk melakukan percepatan belanja. Selain itu, Menkeu juga menambah likuidasi ke sistem perekonomian sehingga kredit bisa tumbuh lebih cepat.

“Fiskal kita dorong, monetar kita dorong, private kita dorong juga. Itu yang membalikkan arah ekonomi kita di akhir 3 bulan tahun lalu,” ujar Menkeu.

Selain mendorong pertumbuhan, pemerintah juga fokus memperbaiki iklim usaha melalui pembentukan task force debottlenecking.

“Semua pelaku bisnis bisa mengirim komplain ke sana online. Nanti setiap minggu kita adakan sidang. Dunia bisnis menghargai hal ini dan ke depan saya yakin kalau setahun ini kita jalankan terus setiap minggu (sidang) debottlenecking itu, akhir tahun saya akan menghilangkan hampir semua bottleneck yang ada di dunia bisnis kita,” kata Menkeu.

Menkeu mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan IV/2025 mencapai 5,39 persen, tertinggi setelah Covid-19 dalam 5 tahun terakhir. Ke depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,4 persen pada tahun 2026 untuk memacu ekonomi Indonesia.

“Triwulan pertama ini kita akan inject semua stimulus yang ada di bank sentral, pemerintah, dan lain-lain untuk belanja habis-habisan memperbaiki iklim investasi supaya kita bisa ekspansi. Jadi harusnya kita akan lumayan oke tahun ini. PDB pada APBN (targetnya) 5,4 persen pertumbuhannya, tapi saya akan coba dorong ke arah 6 persen semaksimal mungkin. Jadi ekspansi ekonomi akan berlangsung terus sampai tahun 2030-2031,” ujar Menkeu.(*)