EmitenNews.com - Saham Jakarta International Hotels (JIHD), dan Bank Artha Graha (INPC) menjadi buruan investor. Sepanjang perdagangan kemarin, kedua saham tersebut melonjak signifikan. Efeknya, saham JIHD melangit 25 persen, dan saham INPC melejit 9,29 persen. 

Saham JIHD melonjak 135 poin alias 25 persen menjadi Rp675 per lembar. Saham JIHD menyentuh level tertinggi Rp675 per helai dengan posisi terendah Rp560, dengan pembukaan Rp560. Di sisi lain, saham Bank Artha Graha ikut melejit.

Itu ditunjukkan dengan menguat 17 poin alias 9,29 persen menjadi Rp200. Saham INPC dibuka pada Rp187 dengan menyentuh level tertinggi Rp222, dan terendah Rp183. Lompatan kedua saham itu, tidak lepas dari dua sosok konglo dibelakangnya.

Yaitu, Tomy Winata (TW), dan Sugianto Kusuma alias Aguan. Kedua pengusaha kakap itu, berposisi sebagai penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham INPC, dan JIHD. Bedanya, Tomy Winata berada di posisi pertama sebagai penerima manfaat akhir Bank Artha Graha, dan Aguan nomor urut dua.

Sedang di JIHD, Aguan menempati urutan nomor wahid sebagai penerima manfaat akhir, dan Tomy Winata diposisi kedua. Tomy Winata bertindak sebagai pengendali JIHD dengan porsi kepemilikan 13,15 persen, dan Aguan bertindak sebagai pengendali INPC dengan porsi kepemilikan 2,23 persen. 

Berdasar data per 31 Januari 2026, free float Bank Artha Graha mencapai 39,42 persen selevel 7,97 miliar lembar, dan saham free float Jakarta International Hotels & Development 23,63 persen setara dengan 550,44 juta eksemplar. (*)