EmitenNews.com - Emiten layanan kesehatan Charlie Hospital Semarang (RSCH) menyiapkan langkah ekspansi dengan menambah jaringan rumah sakit baru. Salah satunya di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Langkah itu, menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan layanan kesehatan di wilayah dengan aktivitas industri terus meningkat.

President Director RSCH, Junianto, mengungkapkan tahun ini Charlie Hospital menargetkan penambahan jaringan rumah sakit. Fokus pengembangan diarahkan ke kawasan industri strategis dengan basis tenaga kerja besar, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, seperti Batang.

“Tahun ini Charlie Hospital akan terus menambah jumlah rumah sakit. Kami berharap dapat membangun dua atau tiga rumah sakit ke depannya,” ujar Junianto, President Director RSCH.

Ekspansi itu, sejalan prospek Kawasan Industri Batang kian menguat. Pemerintah Indonesia, dan investor China telah menyepakati rencana investasi besar senilai Rp364 triliun di kawasan tersebut, mencakup berbagai sektor manufaktur dan industri bernilai tambah. Masuknya investasi berskala besar itu, akan mendorong peningkatan populasi pekerja sekaligus kebutuhan layanan kesehatan lebih komprehensif sekitar kawasan industri.

Selain ekspansi melalui pembangunan rumah sakit baru, RSCH juga menargetkan aksi anorganik berupa akuisisi rumah sakit guna mempercepat pertumbuhan jaringan dan memperluas jangkauan layanan. Untuk mendukung rencana tersebut, manajemen menyampaikan bahwa sumber pendanaan akan ditempuh melalui kerja sama dengan investor strategis, sehingga fleksibilitas keuangan perseroan tetap terjaga.

Di sisi lain, RSCH juga memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan pemerintah. Salah satu langkah konkret adalah kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, yang membuka akses layanan kesehatan bagi segmen pekerja formal secara lebih luas, khususnya di kawasan industri.

Research Analyst Semesta Indovest Sekuritas, Michael Lee, menilai langkah ekspansi RSCH memiliki prospek positif dalam jangka menengah hingga panjang. Perkembangan kawasan industri seperti Batang dinilai menciptakan permintaan layanan kesehatan bersifat struktural, dan berkelanjutan. Penempatan rumah sakit di wilayah dengan basis tenaga kerja besar berpotensi memperluas basis pasien sekaligus meningkatkan pendapatan berulang.

Meski pada tahap awal ekspansi dan akuisisi berpotensi menekan profitabilitas akibat peningkatan beban operasional, fundamental sektor layanan kesehatan di Indonesia dinilai tetap solid. Dengan pengelolaan biaya yang disiplin dan eksekusi yang selektif, RSCH dinilai memiliki peluang untuk memperbaiki kinerja keuangan dan meningkatkan daya tarik sahamnya di mata investor.

Dengan kombinasi ekspansi organik, akuisisi, serta penguatan kemitraan strategis di kawasan industri, PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan dan memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan kesehatan dengan prospek ekonomi jangka panjang. (*)