EmitenNews.com - Penyedia indeks acuan pasar keuangan global, Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) akan menghentikan layanan indeks khusus tertentu yang disebut MSCI J-Series Custom Indexes. Penghapusan indeks tersebut mulai tanggal 1 Februari 2027.

Dalam pengumuman resmi yang dipublikasikan di laman MSCI, Rabu (4/10/2026) atau sepekan menjelang rebalancing Indeks MSCI bulan November, para klien atau pihak yang menggunakan atau terdampak oleh indeks tersebut untuk menghubungi tim dukungan mereka melalui tautan client service yang disediakan jika membutuhkan informasi lebih lanjut atau alternatif penggantinya.

Karena bertuliskan Custom Indexes, indeks ini biasanya merupakan produk indeks yang dibuat khusus (tailor-made) atau disesuaikan dengan permintaan spesifik dari klien tertentu (misalnya perusahaan manajer investasi, dana pensiun, atau institusi keuangan tertentu), bukan indeks standar umum yang dipakai semua orang.

Klasifikasi Pasar Modal Indonesia

Bulan lalu atau di pertengahan Oktober 2026 MSCI membuat heboh pasar modal Indonesia. Itu terjadi setelah MSCI mengumumkan dibukanya konsultasi mengenai proposal reklasifikasi Indeks MSCI Indonesia dari status Emerging Market ke Standalone Market.

MSCI akan mengumumkan keputusan akhirnya pada akhir Juni 2027 dan dapat memberikan pembaruan sementara mengenai masukan dari pelaku pasar selama periode konsultasi.

Ancaman turun dua kasta bagi pasar modal Indonesia itu muncul sebagai bagian dari Tinjauan Klasifikasi Pasar pada bulan Juni 2026, MSCI mendapat laporan pelaku pasar telah menyampaikan kekhawatiran yang signifikan mengenai kelayakan investasi di pasar ekuitas Indonesia, termasuk ketidakjelasan yang terus-menerus dalam struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.

Meskipun regulator di Indonesia telah mengumumkan reformasi, termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, pengungkapan klasifikasi investor yang lebih terperinci, pelaporan Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC), dan peta jalan menuju persyaratan free float minimum sebesar 15%, investor institusi telah menekankan perlunya penerapan yang konsisten dan bukti dampak material yang berkelanjutan dari pengumuman ini.

MSCI mengindikasikan pada bulan Juni bahwa jika kemajuan yang memadai tidak terlihat pada Tinjauan Indeks pada bulan November 2026, MSCI akan mempertimbangkan untuk meluncurkan konsultasi mengenai reklasifikasi pasar Indonesia.

Pelaku pasar telah mengindikasikan kepada MSCI bahwa, hingga saat ini, belum ada kemajuan yang cukup terlihat secara konsisten di pasar saham Indonesia. Meskipun reformasi telah diumumkan, masih ada kekhawatiran besar seputar disfungsi pasar, termasuk dugaan masih adanya perilaku perdagangan yang terkoordinasi dan kurangnya bukti penegakan hukum yang berarti.