EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menatap penuh rasa optimis IPO tahun 2022 bakal lebih semarak. Bahkan berdasarkan beberapa kabar yang beredar, perusahaan-perusahaan digital dan unicorn sudah mengambil ancang-ancang untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal indonesia.

 

Menanggapi hal itu, I Gede Nyoman Yetna, sebagai Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga masih mempunyai potensi yang sangat besar melahirkan Unicorn-unicorn selanjutnya dimana saat ini terdapat puluhan Centaur yang siap menjadi Unicorn atau istilah saat ini “Soon-icorn”.

 

Kami optimis pencapaian Goto IPO ini menjadi momentum yang baik untuk mendorong semakin banyaknya perusahaan teknologi lainnya untuk mengikuti langkah ini. Oleh karena itu, kami senantiasa mendorong perusahaan dari berbagai industri termasuk juga perusahaan-perusahaan di bidang teknologi untuk memanfaatkan pasar modal sebagai house of growth dengan melakukan sosialisasi IPO dan listing baik secara 1-on-1 maupun melalui workshop.

 

Teranyar dikabarkan Tiket.com dan Blibli juga sudah mengambil sikap bakal IPO di BEI.

 

Terkait dengan rencana IPO Tiket.com dan Blibli, Nyoman tak bisa memberikan jawaban pasti. Dia hanya mengatakan terkait nama calon perusahaan tercatat, Bursa belum dapat menyampaikan sampai dengan OJK telah memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik sebagaimana diatur di OJK Peraturan Nomor IX.A.2.

 

Namun dapat kami sampaikan sampai dengan 11/04/2022, terdapat 30 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Sebagai informasi, berikut adalah klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:

3 Perusahaan aset skala kecil. (aset dibawah Rp50 Miliar)

12 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar)

15 Perusahaan aset skala besar. (aset diatas Rp250 Miliar)

dan rincian sektornya adalah sebagai berikut:

1 Perusahaan dari sektor Basic Materials

2 Perusahaan dari sektor Industrials;