EmitenNews.com - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menjadi satu-satunya emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didepak dari indeks MSCI dalam Tinjauan Indeks Agustus 2026.

Dalam pengumuman MSCI, Kamis (13/8/2026) dini hari, SMGR dikeluarkan dari Indeks MSCI Global Small Cap bersama delapan emiten lainnya. Semua perubahan akan diterapkan pada saat penutupan perdagangan tanggal 31 Agustus 2026.

Sejatinya kinerja SMGR di Semester Pertama 2026 tidak mengecewakan. SMGR pada enam bulan pertama 2026 mencatatkan kinerja positif dengan lonjakan laba bersih sebesar 196,5% menjadi Rp193,46 miliar dibanding Rp65,24 miliar pada periode sama tahun 2025.

Volume penjualan juga naik 5,6% secara tahunan (yoy) menembus 18,27 juta ton dari sebelumnya 17,3 juta ton.

Kinerja semester I-2026 SMGR berbalik arah secara tajam dibanding semester I-2025, di mana SMGR sempat mengalami tekanan pendapatan dan laba bersih akibat lesunya permintaan domestik.  Pemulihan dan konsolidasi BUMN di bawah program strategis turut memberikan katalis positif bagi pertumbuhan laba perseroan pada tahun 2026. 

Corporate Secretary Semen Indonesia Vita Mahreyni mengatakan, kinerja penjualan yang terus bertumbuh pada semester I-2026 tercapai melalui strategi penajaman fokus pada pengelolaan pemasaran dan penjualan, serta memastikan ketersediaan dan memperluas jangkauan pasar.

Menurutnya kinerja penjualan merupakan bukti upaya SMGR menjalankan transformasi, khususnya dalam penguatan pengelolaan pasar mikro.

“Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara sehingga transformasi BUMN membuahkan hasil nyata dan menciptakan nilai untuk memberikan manfaat bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Vita dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).

Vita menambahkan, emiten berkode bursa SMGR ini juga berupaya meningkatkan kinerja penjualan retail yang menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan.

Selama ini, penjualan retail berkontribusi sebesar 70 persen dari total pendapatan perusahaan. Ke depan, Vita bilang, SIG akan menyasar pasar potensial di Jawa Barat.