EmitenNews.com - Singapura akan memulai rencana program infrastruktur energi lima tahun guna memenuhi permintaan yang terus meningkat. Rencana ini mencakup pembangunan lebih banyak pembangkit listrik, perluasan jaringan listrik, serta peningkatan kapasitas energi surya.

Channelnewsasia.com, Senin (26/10/2026) melaporkan rencana tersebut menjabarkan pengembangan infrastruktur Singapura di masa mendatang, yang meliputi pembangkitan listrik, gas alam, jaringan listrik, penerapan energi surya, penyimpanan energi, serta impor listrik rendah karbon.

Menurut Otoritas Pasar Energi (Energy Market Authority/EMA), permintaan listrik puncak di Singapura hingga bulan Agustus tercatat sebesar 8,6 gigawatt (GW). Permintaan puncak ini diperkirakan dapat mencapai antara 9,9 GW hingga 13 GW pada tahun 2031.

“Peningkatan ini terutama disebabkan oleh permintaan baru dari sektor-sektor yang intensif energi, seperti manufaktur semikonduktor dan pusat data (data center), serta meluasnya penggunaan transportasi listrik,” ungkap EMA dalam siaran persnya, Senin (26/10/2026).

Menurut EMA, laju pertumbuhan permintaan akan bergantung pada kapan pengembangan-pengembangan baru ini mulai beroperasi

Saat menyampaikan kuliah pada pembukaan Singapore International Energy Week 2026 hari Senin, Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri (bidang Energi dan Industri), Tan See Leng, menyatakan bahwa rencana lima tahun tersebut akan menjadi "pengembangan infrastruktur energi kita yang paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir".

Ia mencatat bahwa selama akhir pekan lalu, Indonesia mulai mengurangi pasokan gas ke Singapura. Pengurangan ini mencakup kurang dari 2 persen dari total permintaan gas harian negara tersebut.

Tan mengatakan bahwa Singapura pernah menghadapi gangguan serupa di masa lalu tanpa kendala berarti, berkat langkah-langkah antisipasi yang telah diinvestasikan selama bertahun-tahun.

"Jadi, bagi Singapura... kita bisa tetap tenang dan terus melangkah," tambahnya, menegaskan kembali pernyataannya mengenai topik ini setelah konferensi People’s Action Party pada hari Minggu.

"Rumah tangga maupun pelaku bisnis di Singapura dapat yakin bahwa ketahanan energi senantiasa menjadi prioritas utama kami. Kami akan terus menjaga dan memperluas pilihan-pilihan yang ada, memperkuat kemitraan di seluruh dunia, serta membangun ketahanan yang jauh lebih tangguh."