SKRN Ekspansi Rp105M ke CBRE
Salah satu kapal angkut batu bara milik CBRE
EmitenNews.com - Emiten alat berat dan jasa konstruksi, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), kembali menunjukkan kiprahnya di sektor energi dan industri berat nasional.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan tercatat sebagai salah satu pihak penerima Promissory Note dari PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) senilai USD6,5 juta atau sekitar Rp105 miliar, dalam transaksi strategis pembelian kapal offshore raksasa Hai Long 106 dari Hilong Shipping Holding Limited
Partisipasi SKRN dalam skema pembiayaan kapal Hai Long 106 di CBRE dinilai selaras dengan visi Perseroan untuk memperluas peran di sektor offshore energy dan marine construction, serta mempertegas posisi Perseroan sebagai salah satu pemain kunci di sektor jasa alat berat dan konstruksi industri energi
Kapal Hai Long 106 sendiri merupakan armada jenis pipe-laying & lifting vessel yang mampu melakukan pemasangan pipa bawah laut (sub pipe laying), offshore lifting, serta mendukung proyek energi terbarukan seperti offshore wind farm.
keterlibatan SKRN dalam bentuk promissory note menunjukkan kepercayaan Perseroan terhadap prospek bisnis CBRE di sektor offshore.
Instrumen promissory note tersebut memiliki jangka waktu tertentu dengan bunga dan ketentuan pembayaran yang disepakati bersama, serta menjadi bagian dari mekanisme transaksi pembelian kapal yang lebih besar.
Dengan struktur seperti ini, SKRN tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa industri, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam ekosistem pembiayaan dan investasi proyek energi maritim
Langkah ini memperlihatkan arah baru ekspansi SKRN yang tidak terbatas pada jasa penyewaan alat berat, tetapi juga berperan aktif dalam rantai nilai pendukung proyek energi dan infrastruktur nasional.
Related News
Penjualan Melonjak, Laba Bersih BEEF Tumbuh 25,51 Persen di 2025
BAIK Segarkan Dewan Komisaris, Ini Komposisi Terbarunya
Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catatkan Laba di 2025
Penjualan ENZO Susut 30,49 Persen, Laba Berbalik Rugi di 2025
GJTL Catat Penjualan Turun di Rp17,66T, Laba Naik 5 Persen di 2026
Senyap, Manuver TP Rachmat Borong 77,2 Juta Saham ADRO





