SMDR Cetak Laba Bersih USD52 Juta, Ditopang Kontrak Pelanggan
:
0
Ilustrasi PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) mencatatkan laba bersih senilai USD52,05 juta sepanjang 2025. Emiten jasa pelayan itu, mencetak pertumbuhan 2,6 persen year on year (yoy) dibandingkan senilai USD50,70 juta sepanjang 2024. Dok. Samudera Indonesia.
EmitenNews.com - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) mencatatkan laba bersih senilai USD52,05 juta sepanjang 2025. Emiten jasa pelayan itu, mencetak pertumbuhan 2,6 persen year on year (yoy) dibandingkan senilai USD50,70 juta sepanjang 2024.
"Laba bersih atau bottom line kita, net income after tax sebesar 52,1 juta dolar AS, atau 3 persen di atas periode tahun sebelumnya," ujar Direktur Utama SMDR Bani M. Mulia dalam konferensi pers virtual tentang Laporan Kinerja Tahun Buku 2025 di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Data yang ada menyebutkan, laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan dari kontrak dengan pelanggan senilai USD801,69 juta pada 2025, atau tumbuh 9 persen (yoy) dibandingkan senilai USD737,40 juta pada 2024.
"Pendapatan atau revenue untuk tahun buku 2025 mencapai USD801,7 juta, atau tumbuh 9 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan pendapatan full year tahun 2024," ujar Bani lagi.
Di sisi lain, biaya jasa perseroan tercatat senilai USD654,4 juta pada 2025, atau tumbuh dibandingkan senilai USD587,99 juta pada 2024.
Dengan demikian, laba bruto perseroan turun menjadi USD147,28 juta pada 2025, dibandingkan senilai USD149,4 juta pada 2024.
Untuk laba sebelum Pajak Penghasilan perseroan tumbuh menjadi USD86,34 jutapada 2025, dibandingkan senilai USD84,70 juta pada 2024.
Perseroan menorehkan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai USD52,05 juta pada 2025, atau tumbuh 2,6 persen (yoy) dibandingkan senilai USD50,7 juta pada 2024.
Dari sisi operasional, kinerja perseroan mencatatkan penguatan, dengan EBITDA tercatat mencapai USD200,2 juta atau tumbuh 18 persen (yoy).
Menurut Bani, capaian tersebut mencerminkan efisiensi operasional dan peningkatan aktivitas bisnis di tengah dinamika industri logistik global.
Related News
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?
Siloam Hospitals (SILO) Tunda Pembagian Dividen, Ini Alasannya
Indocement (INTP) Ganti Direktur Anak Usaha PT Indomix Perkasa
Perjalanan Alfamart (AMRT) Milik Djoko Susanto, Hingga Didepak MSCI
Emiten Grup Djarum Blibli Minta Restu Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru





