SMGR Gerak Cepat Atasi Kelangkaan Semen di Aceh, Ini yang Dilakukan
:
0
*Foto 1* Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra (kedua dari kanan) memimpin koordinasi lapangan di Pabrik Lhoknga untuk memastikan ketersediaan pasokan semen di Aceh.
EmitenNews.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) bergerak cepat mengatasi keterbatasan pasokan semen di Aceh dengan mengoptimalkan produksi dan distribusi melalui jaringan Semen Indonesia (SIG) Group. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat, proyek pembangunan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tetap berjalan tanpa hambatan.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, turun langsung ke Aceh untuk meninjau operasional PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga, mengevaluasi kesiapan fasilitas produksi, distribusi, dan logistik, sekaligus memimpin rapat koordinasi bersama jajaran manajemen guna mempercepat pemulihan pasokan semen.
Kunjungan tersebut juga dilanjutkan dengan peninjauan jaringan distribusi serta dialog bersama distributor utama guna memastikan ketersediaan semen di pasar.
"Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar," ujar Indrieffouny dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Untuk mempercepat normalisasi pasokan, SIG menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain mengoptimalkan produksi dan pengeluaran semen dari Pabrik Lhoknga serta Packing Plant Lhokseumawe, sekaligus menambah suplai melalui Packing Plant Malahayati.
Perseroan juga memperkuat koordinasi dengan distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah guna mempercepat distribusi hingga ke tingkat pasar. Selain itu, SIG melakukan pemantauan harian terhadap kondisi stok, distribusi, dan permintaan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional secara cepat.
Menurut Indrieffouny, tingginya permintaan dan tantangan distribusi di Aceh memerlukan koordinasi intensif seluruh pihak agar setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin," katanya.
Pemerintah Aceh bersama PT Solusi Bangun Andalas turut memperkuat distribusi semen melalui peningkatan kapasitas logistik dan tambahan pasokan dari luar daerah.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf agar pasokan semen segera dipulihkan demi mendukung pembangunan dan rehabilitasi pascabencana.
Seperti dikutip dari infopublik.id, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan kebutuhan semen di Aceh saat ini mencapai sekitar 4.200 ton atau 105.000 sak per hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, SBA meningkatkan jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari 16 jam menjadi 24 jam setiap hari.
Related News
Anggap Kejagung Keliru Terapkan Pasal TPPU, Febrie Ajukan Praperadilan
Anak Usaha LTLS Raih Apresiasi atas Praktik Industri Ramah Lingkungan
Kasus Korupsi dalam Digitalisasi SPBU, KPK Tahan Tiga Tersangka
Tindakan Tegas Kepala BGN, Ratusan Kepala SPPG Bermasalah Dicopot
MBG Sedot APBN Rp101,1 T, Belanja Pusat Melesat 29,4%
Momen Kemerdekaan, Bulog Kebagian Tugas Salurkan 997 Ribu Ton Beras





