SMR Utama (SMRU) Antre Delisting, 1,01 Miliar Saham Asabri Nyangkut
EmitenNews.com - SMR Utama (SMRU) melakoni pembekuan sepanjang 3 tahun terakhir. Itu setelah suspensi per 23 Januari 2022 genap berumur 24 bulan. Oleh karena itu, perseroan masuk barisan antrean delisting.
Dengan kata lain, pemasungan saham perseroan pada 23 Agustus 2023 mendatang mencapai 42 bulan alias 3 tahun enam bulan. ”Suspensi saham telah mencapai 24 bulan pada 23 Januari 2022,” tulis Irawati Widyaningtyas, P.H Kadiv Penilaian Perusahaan 2 Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasar hasil Rapat Umum Pemegang Saham pada 30 Juni 2023, formasi dewan komisaris dan direksi perseroan sebagai berikut. Komisaris Utama Wijaya Mulia, Komisaris Independen Andi Ruswandi, Direktur Utama Gani Bustan, dan Direktur Hendrik Frederick Saputete.
Per 30 Juni 2023 struktur pemegang saham berdasar laporan bulanan registrasi pemegang efek perseroan terdiri dari Trada Alam Minera 6,53 miliar lembar atau 52,30 persen, Asabri 1,01 miliar helai setara dengan 8,11 persen, dan publik 4,94 miliar eksemplar selevel dengan porsi kepemilikan 39,59 persen.
Sekadar informasi, berdasar regulasi perusahaan tercatat terancam delisting apabila yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama dua puluh empat bulan terakhir.
Selain itu, mengalami kondisi, atau peristiwa, secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status usaha, dan perusahaan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan secara memadai. (*)
Related News
Siaga Lonjakan Listrik Saat Lebaran, PGEO Pastikan Pasokan Aman
Ngotot Mau Akuisisi Jungleland Yang Masih Merugi, Ini Alasan JGLE
Topline 2025 DAAZ Menguat Jadi Rp13T, Laba Malah Jeblok 42,1 Persen
Laba Emiten Poultry (CPIN) Melonjak 52 persen ke Rp5,6 Triliun di 2025
Terpangkas 91,93 Persen, MBAP Akumulasi Laba USD1,54 Juta
Pendapatan Rp6,44T, Laba SGRO Anjlok 44,26 Persen





