Soal Tarif Ekspor Emas 15 Persen, Ini Respons Grup Bakrie (BRMS)
Sejumlah kendaraan dan laat Berat tengah beraksi di area pertambangan Bumi Minerals. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bumi Resources Minerals (BRMS) memastikan rencana pemberlakuan pajak atas ekspor emas oleh pemerintah tidak akan berdampak terhadap kinerja pendapatan. Pasalnya, 100 persen dari pendapatan PT Citra Palu Minerals (CPM) dari penjualan produk emas & perak ke pasar domestik.
Citra Palu Minerals adalah anak usaha perseroan yang mengoperasikan tambang emas, dan perak di Sulawesi Tengah, dan Selatan. Berdasar laporan keuangan terkonsolidasi perseroan per 30 Sep 2025, produk emas dari anak usaha yaitu Citra Palu Mineral dijual ke para pembeli domesik.
Antara lain Hartadinata Abadi (HRTA), PT Simba Jaya Utama, PT Swarnim Murni Mulia, PT Pegadaian Galeri Dua Empat, PT Elang Mulia Abadi Sempurna. Selanjutnya, berdasar laporan keuangan terkonsolidasi Bumi Minerals per 30 Sep 2025, produk perak dari Citra Palu Minerals dijual ke para pembeli domesik sebagai berikut.
Hartadinata Abadi (HRTA), Garuda Internasional Multitrade, PT Simba Jaya Utama, PT Swarnim Murni Mulia, dan PT Elang Mulia Abadi Sempurna. Saat ini, Citra Palu Minerals menambang bijih dengan kandungan emas, dan perak di Blok 1 (Poboya) Palu, Sulawesi Tengah, dan mengoperasikan 2 fasilitas pemrosesan Carbon in Leach di lokasi tambang sama.
Produk akhir yang dijual Citra Palu Minerals kepada pihak pembeli adalah emas, dan perak murni (bukan dore bullion). ”Dalam menjual produk emas, dan perak, kami selalu berusaha mengoptimalkan laba, dan menambah nilai bagi para pemegang saham,” tegas Agus Projosasmito, CEO Bumi Minerals.
Klarifikasi itu, setelah perseroan menerima banyak pertanyaan, dan kekhawatiran komunitas investor dan media mengenai rencana pemerintah untuk memberlakukan pajak atas ekspor emas sebesar 15 persen mulai tahun depan. (*)
Related News
CUAN Masuk, Ini Reaksi Emiten Hapsoro (SINI)
Manuver! Jimmy Berbalik Borong 661,5 Juta Saham PSAB
Kuartal III 2025, Laba Astra Group (MMLP) Anjlok 78 Persen
Harga Premium, CGS Sekuritas Gulung 136,7 Juta Saham HILL
November, Kinerja Operasional IPCC Melonjak 25,64 Persen
SSMS Beber Transaksi Baru





