Sokong Ekspansi Anak Usaha, SUNI Tingkatkan Modal di Rainbow Tubulars
:
0
PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) meningkatkan penyertaan modal disetor pada entitas anak usahanya, PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM), sebesar Rp59,97 miliar. Dok. InfoBEI.
EmitenNews.com - Menyokong ekspansi anak usahanya, PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) meningkatkan penyertaan modal disetor pada entitas anak usahanya, PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM), sebesar Rp59,97 miliar. Suntikan emiten penunjang industri migas itu, setara dengan 59.976.000 lembar saham.
Transaksi yang disahkan melalui Akta Keputusan Pemegang Saham No. 06 tersebut dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur PT Sunindo Pratama Tbk, Freddy Soejandy, menyampaikan bahwa kucuran dana segar ini difokuskan untuk menunjang ekspansi bisnis anak usaha.
RTM mengalokasikan setoran modal tersebut sebagai belanja modal (capital expenditure) untuk pembangunan pabrik baru (RTM 2) serta penambahan modal kerja perusahaan.
Manajemen mengungkapkan, penambahan line produksi baru dan peningkatan kapasitas produksi RTM dilakukan untuk mengantisipasi tambahan permintaan dari pelanggan. Langkah ini memungkinkan Perseroan memperluas pasar serta menambah lini produk baru, sehingga diharapkan mampu meningkatkan penjualan dan laba di masa mendatang.
Seperti diketahui PT Sunindo Pratama Tbk merupakan emiten yang bergerak di bidang penunjang pertambangan minyak dan gas bumi (migas).
Sementara itu, RTM yang berdomisili di Batam, Kepulauan Riau beroperasi di industri pembuatan pipa dan sambungan pipa dari baja dan besi. Selama ini, sebagian besar pasokan persediaan barang Perseroan dipenuhi dari hasil produksi RTM.
Penting diketahui, melalui transaksi ini, Sunindo Pratama tetap mempertahankan porsi kepemilikan saham mayoritasnya di RTM sebesar 99,96%. Transaksi penambahan modal ini tergolong sebagai transaksi afiliasi berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat RTM dikendalikan langsung oleh Perseroan.
Selain itu, Soe To Tie Lin menjabat sebagai Komisaris Utama sekaligus pemegang saham pengendali di kedua perusahaan tersebut. Nilai transaksi sebesar Rp59,97 miliar ini setara dengan 6,95% dari total ekuitas Perseroan yang tercatat sebesar Rp863,13 miliar per 31 Desember 2025.
Karena persentasenya berada di bawah 20% dan bertujuan mempertahankan persentase kepemilikan saham yang telah berjalan lebih dari satu tahun, transaksi ini tidak wajib menggunakan jasa penilai independen maupun persetujuan RUPS. ***
Related News
Perluas Akses Kepemilikan Rumah, BTN (BBTN) Hadir di DHX 2026
Kurangi Porsi Walden Global Kini Kuasai 33,14 Persen Saham Wira (WGSH)
Emiten Tambang Kiki Barki (HRUM) Tunjuk Direktur Baru, Ini Profilnya
Perusahaan Asal Bandung Lepas Saham WGSH, Intip Jumlahnya
Sah! Sandiaga Uno Jadi Presiden Komisaris MUTU
Meski Ditunda, PYFA Pastikan Rencana Right Issue Tetap Berjalan





