EmitenNews.com - Yuliot menambah koleksi saham Bank Mandiri (BMRI). Itu dilakukan sang komisaris tersebut dengan menjala 22.800 lembar. Transaksi pembelian telah ditahbiskan pada 7 September 2026.

Transaksi pembelian terjadi dengan harga pelaksanaan Rp4.380 per helai. Menyusul skema harga itu, Yuliot dipaksa merogoh dana sekitar Rp99,86 juta. Dengan penuntasan transaksi itu, timbunan saham Bank Mandiri dalam genggaman Yuliot makin menebal.

Tepatnya, menjadi 188,4 ribu lembar alias setara dengan porsi kepemilikan 0,0001 persen. Mengalami lonjakan ssekitar 0,0001 persen dari periode sebelum transaksi hanya 165,6 ribu helai stau 0,0002 persen. Aksi beli dengan tujuan investasi tersebut, diduga kuat untuk menjaring dividen.

Guyur Dividen Jumbo

Maklum, jamak diketahui, BMRI berencana menebar dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham atau Rp6,16 triliun. Pembagian dividen itu, telah mendapat persetujuan dewan komisaris atas keputusan direksi pada 3 September 2026.

Dividen interim akan diberikan kepada investor dengan nama tercatat dalam daftar pemegang saham pada 17 September 2026. Cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada 15 September 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 16 September 2026.

Cum dividen pasar tunai pada 17 September 2026. Ex dividen pasar tunai pada 18 September 2026. Tanggal pencatatan pemegang saham berhak atas dividen interim alias recording date pada 17 September 2026 pukul 16.00 WIB. Bank Mandiri selanjutnya akan membayarkan dividen interim tersebut pada 2 Oktober 2026.

Pembagian dividen interim iut, berdasar data keuangan per 30 Juni 2026. Ya, medio 2026 Bank Mandiri mengemas laba bersih Rp30,41 triliun. Salad laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi sebesar Rp211,84 triliun. Total ekuitas terakumulasi senilai Rp293,02 triliun. (*)