Srikandi BRI dan BUMN, Bahu Membahu Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur
:
0
EmitenNews.com - Dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana, BRI terus menyalurkan bantuan kepada korban Gempa Cianjur, Jawa Barat. Kepedulian tersebut ditunjukkan dengan penyaluran bantuan oleh Srikandi BRI yang bersinergi dengan Srikandi BUMN.
Dalam sinergi ini, Srikandi BRI memberikan bantuan berupa tenda, terpal, peralatan mandi, peralatan tidur (selimut, kasur, tikar) dan toren air, sembako dan lain-lain.
Secara langsung, bantuan Sinergi BUMN diserahkan oleh Ibu Menteri BUMN RI Elizabeth Thohir yang diikuti oleh Forum Human Capital Indonesia, Srikandi BUMN, dan BUMN Muda di tiga titik posko BUMN yang tersebar di Cianjur pada Senin (05/12/2022).
Srikandi BRI yang juga menjadi Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan bahwa BRI terus berkolaborasi dengan Kementerian BUMN untuk menyalurkan bantuan secara optimal bagi korban terdampak gempa.
“Kami terus berkolaborasi dan bersinergi, untuk meringankan beban para korban terdampak. Srikandi BRI dan Insan BRILian BRI terus bahu membahu menyalurkan bantuan tanggap bencana pasca bencana Gempa pada 28 November lalu”, ungkap Handayani.
Ia menambahkan, BRI juga berkolaborasi dengan Satgas BUMN untuk terus bersinergi memberikan bantuan bagi korban gempa Cianjur. BRI juga pro-aktif membantu warga terdampak dengan membangun posko BRI Peduli Bencana yang terletak di Jl Nasional 11 No.5, Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Selain menjadi tempat pengungsian, Di Posko BRI Peduli tersebut juga disiapkan dapur umum, posko distribusi bantuan, hingga pelayanan medis dan trauma healing.
Related News
Harga Rights Issue AHAP Rp50, Anthoni Salim via ACA Serap Rp109,5M
VISI Lunasi Utang BCA Usai Raffi-Nagita Masuk, Liabilitas Turun 82%
ABMM Kebut Produksi Tambang Aceh, Laba Semester I Melonjak 42 Persen
APLN Agresif Pangkas Utang, Kinerja Semester I Ikut Melonjak
Pendapatan KIJA Susut 11 Persen, Recurring Income Malah Dominan
Laba Emiten Grup Salim (IMAS) Ambles 74,3 Persen di Paruh Pertama 2026





