SRTG Cairkan Dividen Jumbo, Laba Kuartal I Melesat 187 Persen
:
0
Pengurus Saratoga pada suatu kesempatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Saratoga (SRTG) per 31 Maret 2026 mengemas laba bersih Rp5,32 triliun. Meroket 187,64 persen dari episode sama tahun lalu dengan koleksi rugi Rp6,07 triliun. Menyusul hasil positif itu, laba per saham dasar melonjak menjadi Rp393 dari sebelumnya minus Rp449.
Keuntungan bersih atas investasi pada saham dan efek lainnya Rp6,91 triliun, melesat 200,87 persen dari posisi sama tahun lalu minus Rp6,85 triliun. Penghasilan dividen dan bunga Rp6,31 miliar, melorot dari Rp90,53 miliar. Penghasilan lainnya Rp602 juta, mengalami perosotan dari Rp1,07 miliar.
Beban usaha Rp74,24 miliar, bengkak dari Rp69,25 miliar. Beban lainnya Rp452 juta, bertambah dari Rp156 juta. Kerugian bersih selisih kurs Rp1,11 miliar, drop dari laba Rp2,25 miliar. Beban bunga Rp20,25 miliar, menciut dari Rp48,75 miliar. Laba sebelum pajak Rp6,82 triliun, berbalik dari boncos Rp6,88 triliun.
Laba periode berjalan Rp5,32 triliun, menutup rugi periode sebelumnya senilai Rp6,07 triliun. Jumlah ekuitas Rp64,25 triliun, melonjak signifikan dari akhir tahun lalu Rp58,91 triliun. Total liabilitas Rp4,42 triliun, bengkak dari Rp3,59 triliun. Jumlah aset Rp68,67 triliun, melerat dari Rp62,51 triliun.
Cairkan Dividen Jumbo
Sekadar informasi, SRTG telah menebar dividen tunai Rp1,4 triliun. Besaran dividen itu, disisihkan sekitar 19,13 persen koleksi laba tahun buku 2025 senilai Rp7,32 triliun. Menyusul kebijakan tersebut, para investor menerima dividen tunai Rp103,3 per lembar.
Dengan begitu, dividen yield sekitar 6,52 persen berdasar penutupan perdagangan saham SRTG periode Selasa, 19 Mei 2026 di level Rp1.585 per lembar. Selanjutnya, sisa 80,87 persen alias Rp5,92 triliun dari laba bersih dialokasikan untuk menambah saldo laba alias retained earning.
Pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 18 Mei 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 26 Mei 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 29 Mei 2026. Cum dividen pasar tunai pada 2 Juni 2026. Ex dividen pasar tunai pada 3 Juni 2026.
Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 2 Juni 2026 pukul 16.15 WIB. Pembayaran dividen pada 12 Juni 2026. Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, SRTG mengemas laba bersih Rp7,32 triliun. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi Rp53,13 triliun. Dan, total ekuitas Rp58,89 triliun. Aset jumbo Rp62,51 triliun. (*)
Related News
Resmikan Dermaga Ekspor, SMGR Targetkan Kirim 450MT Semen Khusus ke AS
ARGO Jajaki Tenant Baru Usai J&T Cargo Masuk, Diam-Diam Sahamnya Naik
Mesin Pertumbuhan Baru Non Batu Bara, Saham BUMI Meroket
Prospek Bisnis Berkelanjutan, Saham IPPC Semakin Dilirik Investor
IHSG Parkir di Zona Hijau, DSSA dan Grup Barito Jadi Motor Penguatan
Laba Naik 231 Persen, IDEA Mantapkan Fondasi Pertumbuhan Kinerja 2026





