Habco Trans Maritima (HATM) Catat Pendapatan Rp519,96M, Ada Penurunan
:
0
PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM). Dok. Habco Trans Maritima.
EmitenNews.com - Hingga pertengahan tahun ini, PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mencatat pendapatan Rp519,96 miliar. Jika dibedah laporan keuangan emiten Pengangkutan dengan Kegiatan Usaha Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum itu, diketahui ada penurunan dari pendapatan Rp520,11 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Mengutip laporan keuangan perseroan Senin (27/7/2026) menyebutkan, beban pokok pendapatan Rp441,28 miliar dari Rp377,01 miliar dan laba kotor turun menjadi Rp78,67 miliar dari laba kotor Rp143,09 miliar.
Untuk laba usaha turun menjadi Rp60,43 miliar dari laba usaha Rp124,34 miliar. Laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp51,59 miliar dari Rp109,88 miliar.
Kemudian, laba bersih periode berjalan turun menjadi Rp51,59 miliar dari Rp109,88 miliar tahun sebelumnya. Laba per saham turun menjadi Rp5,94 dari Rp12,66.
Sementara itu, jumlah liabilitas naik menjadi Rp265,84 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Rp243,14 miliar hingga 31 Desember 2025. Jumlah aset mencapai Rp1,90 triliun hingga 30 Juni 2026 naik dari Rp1,84 triliun hingga 31 Desember 2025.
Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
Sebelumnya, PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM) akan melakukan penambahan Modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu PMTHMETD atau private placement.
Dalam prospektus ringkasnya, 15 Juli 2026, manajemen HATM menyampaikan bahwa HATM akan menggelar private placement sebanyak 800.000.000 saham Perseroan. Itu berarti sebanyak 9,22% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.
Yang akan dikeluarkan oleh Perseroan adalah saham atas nama dengan nilai nominal yang sama dengan nilai nominal saham Perseroan yang telah dikeluarkan, yaitu Rp50 per saham. Pengeluaran saham Perseroan melalui PMTHMETD tersebut akan dilakukan dengan memenuhi syarat-syarat dan harga pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal.
Penting diketahui bahwa aksi korporasi ini sebagai bagian dari upaya penguatan struktur permodalan. Seiring dengan pertumbuhan kegiatan usaha, Perseroan memerlukan struktur modal yang lebih kuat dan sehat guna menjaga stabilitas keuangan serta meningkatkan kapasitas pendanaan.
Related News
Buyback Saham Pilihan Tower Bersama (TBIG), Sedia Dana Rp106 Miliar
Produksi Nikel Turun, Vale (INCO) Mampu Cetak Laba Bersih USD147 Juta
TBS Energi (TOBA), 14 Ribu Motor Listrik Beroperasi, Tumbuh 115%
Perkuat Kinerja, Bank Ganesha (BGTG) Optimalkan Penyaluran Kredit
Pendapatan Dyandra Media (DYAN) Rp974 Miliar, Terbesar dari MICE
Kinerja Keuangan Solid, Total Aset Emiten Aguan (PANI) Rp51 Triliun





