TBS Energi (TOBA), 14 Ribu Motor Listrik Beroperasi, Tumbuh 115%
:
0
Ilustrasi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Dok. JPNN.
EmitenNews.com - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatat pendapatan bisnis kendaraan listrik melalui anak perusahaan Electrum sampai USD12,9 juta pada Januari-September 2026. Tumbuh 120 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy). Hingga Kuartal III-2026, lebih dari 14.000 sepeda motor listrik telah beroperasi di jalan. Itu berarti 115 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (30/10/2026), Direktur dan Chief Financial Officer TBS Juli Oktarina mengemukakan pencapaian emiten energi, pertambangan batu bara dan energi terbarukan itu, sampai Kuartal III tahun 2026.
Bisnis infrastruktur berkelanjutan TBS tetap menjadi kontributor utama bagi pendapatan dan profitabilitas TBS secara keseluruhan. Bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik TBS secara kolektif berkontribusi 66 persen kepada pendapatan konsolidasian perseroan dan 71 persen pada EBITDA yang disesuaikan.
Hingga 30 September 2026, lebih dari 14.000 sepeda motor listrik telah beroperasi di jalan, atau 115 persen lebih tinggi dibandingkan per 30 September 2025.
Penting diketahui Electrum merupakan anak perusahaan ventura bersama TBS dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo). Electrum memperlihatkan pertumbuhan berkelanjutan, dengan lebih banyak motor yang beroperasi dan stasiun penukaran baterai (BSS) yang semakin tersedia luas.
Tidak itu saja, emiten yang sedang bertransisi ke bisnis infrastruktur berkelanjutan itu, juga mengoperasikan bisnis pengelolaan limbah dan energi terbarukan. Bisnis pengelolaan limbah TBS ini mencatatkan pendapatan USD157,3 juta, atau tumbuh 41 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara kolektif bisnis pengelolaan limbah TBS mengumpulkan 755.990 ton limbah sepanjang Januari-September 2026.
Kemudian untuk bisnis energi terbarukan, TBS mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hidro Sumberjaya di Lampung dengan kapasitas 6MW. Pada Januari-September 2026, pembangkit listrik ini telah menghasilkan 20,8GWh listrik dengan ketersediaan 97 persen. TBS memiliki kepemilikan minoritas pada perusahaan operatornya, PT Adimitra Energi Hidro.
Secara keseluruhan, TBS mencatatkan pertumbuhan 105 persen pada laba kotor dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya serta perbaikan 72 persen pada rugi bersih. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan 39 persen (yoy) pada laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang telah disesuaikan (EBITDA yang disesuaikan).
Ketiga bisnis infrastruktur berkelanjutan berkontribusi kepada sebagian besar dari pendapatan dan EBITDA yang disesuaikan perseroan. Pada sembilan bulan pertama tahun 2026, TBS terus membuktikan bahwa transformasi yang sedang dijalankannya menghasilkan pendapatan yang berkualitas.
Perseroan mencatatkan pendapatan konsolidasian pada sembilan bulan pertama tahun 2026 sebesar USD257,3 juta atau lebih rendah 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan penurunan pendapatan dari bisnis legacy perseroan atau bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara. Walau demikian, laba kotor tumbuh 105 persen (yoy), mencapai 45,2 juta dolar AS.
Related News
Produksi Nikel Turun, Vale (INCO) Mampu Cetak Laba Bersih USD147 Juta
Perkuat Kinerja, Bank Ganesha (BGTG) Optimalkan Penyaluran Kredit
Pendapatan Dyandra Media (DYAN) Rp974 Miliar, Terbesar dari MICE
Kinerja Keuangan Solid, Total Aset Emiten Aguan (PANI) Rp51 Triliun
BCA Bantah Rumor Merger, Harga Saham Akhir Oktober Menguat
Emiten Martua Sitorus Pastikan Bank of Singapore Bukan Pemegang Saham





