EmitenNews.com—PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) di level idA (Single A), karena bisnis perseroan dinilai terdiversifikasi secara baik dengan struktur modal yang konservatif.
"Pefindo menetapkan peringkat PT TBS Energi Utama Tbk di level idA, dengan prospek di posisi Stabil," tulis Tim Riset Pefindo dalam Ikhtisar Peringkat TOBA yang dikirim melalui surat elektronik, Rabu (9/11).
Pefindo menilai, peringkat Single A yang disematkan pada TOBA tersebut mencerminkan bahwa perusahaan di bidang pertambangan batubara ini memiliki bisnis yang terdiversifikasi secara baik dengan struktur modal yang konservatif dan proteksi arus kas maupun likuiditas yang kuat.
"Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh risiko atas pengembangan proyek-proyek baru, serta eksposur terhadap risiko fluktuasi harga komoditas," demikian disebutkan dalam analisis Pefindo.
Tim Riset Pefindo menyampaikan, peringkat TOBA bisa saja dinaikkan, apabila perusahaan pemilik pembangkit listrik ini mampu mengoperasikan proyek-proyek baru yang telah direncanakan dan bisa menghasilkan pendapatan yang lebih besar dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Selain itu, rating TOBA akan dinaikkan, jika perusahaan bisa mempertahankan marjin laba dan struktur permodalan konservatif yang akan meningkatkan profil kredit secara berkelanjutan. Saat ini, TOBA merencanakan untuk ekspansi ke bidang kendaraan listrik dan energi terbarukan.
"Peringkat TOBA dapat diturunkan, apabila perusahaan menghasilkan pendapatan dan/atau marjin laba yang lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi," tulisi Tim Riset Pefindo.
Penurunan peringkat juga akan dilakukan, jika performa proyek-proyek baru berada di bawah standar yang diproyeksikan sebelumnya dan apabila TOBA secara agresif membiayai belanja modalnya dengan utang yang signifikan. Karena, hal ini bisa memicu struktur permodalan dan proteksi arus kas yang lebih agresif.
"Penurunan signifikan dari harga komoditas, terutama batubara, juga dapat memicu penurunan peringkat. Karena, kondisi ini akan menurunkan profil keuangan TOBA," tulis Pefindo.
Related News
PBV Menarik, Penghuni Tetap MSCI, Laba GGRM Melejit Ratusan Persen
Barito Pacific Raup Pendapatan USD8,69 Miliar per September 2026
Pasar Aset Kripto Tertekan, Kinerja COIN Terdongkrak Segmen Derivatif
Laba BREN Naik 21,8% Jadi USD161 Juta, Sahamnya Anjlok 81,5% YTD
Penjualan Indofood Tembus Rp101,5 Triliun hingga Akhir September 2026
Tambah Modal! Merdeka Battery (MBMA) Bakal Private Placement Lagi





